Aliran rasa
Kelas bunda sayang Joglo
Fasil: Ika Pratidina
By: Heny Ratri Estiningtyas
IIP Jogja
Bicara tak sekedar berkata-kata, tetapi juga berbahasa
Kelas bunda sayang area Joglo dimulai bulan November 2017,bertepatan dengan pembahasan CoC daerah IIP Jogja. Ini lumayan bikin saya sepet mata. Karena terkena badai chatt yg luar biasa. 2 grup bisa ratusan chattnya dalam sehari. Saya sampai membutuhkan waktu 10 jam sehari utk membaca dan mengikuti arus chattnya. Untungnya waktu itu, sy sedang mudik, jadi bs sedikit melemaskan otot tangan lepas dr aktivitas domestik dan sedikit bs memberi ruang utk anak2 bonding dengan kakung utinya.
Selepas pembahasan CoC dan diskusi aturan main di kelas bunsay, chatting menjadi agak longgar dan saya mulai bisa mengelola waktu walau masih belum bs sepenuhnya total, karna jam online kelas yang tidak tepat sama dengan jam online saya. But it's ok, karna dalam kelas online, tidak menuntut kedatangan setiap waktu pelajaran. Asalkan bisa mengikuti perkuliahan dan bs menjalani rules dengan baik, tidak jd masalah. Jadilah banyak begadang untuk mengunyah materi atau kadang jg buka materi di hari berikutnya.
Materi pertama tentang komunikasi produktif, banyak hal yg sudah saya lakukan tapi dengan adanya materi ini, jadi lebih paham lebih mengerti dan tau baiknya bagaimana. Menjadi lebih paham bahwa dalam berbicara kita tak sekedar menyampaikan informasi saja, tetapi kita juga berbahasa, dengan bahasa tubuh, bahasa cinta dan bahasa hati lewat tatapan mata. Setelah mempelajari materi, maka lanjut dengan game level 1 namanya. Kita diminta melakukan praktik komunikasi produktif dengan partner. Nah partner ini kita yang milih di awal penentuan komprod. Saya memilih anak pertama saya yg umurnya 3,5tahun, namanya Haidar. Memilih Haidar sbg objek komprod karna interaksi saya intensif dengan Haidar, bs kapan saja dimana saja dan tentang apa saja. Akan banyak yang bisa diasah di sini. Dan ternyata memang benar, saya praktek komprod every single time! Bahkan target komprod yang ingin dicapai pun sampai terkesampingkan karna tantangan komprodnya buanyak sekali yang pada akhirnya tema bahasan jadi bisa diarahkan ke target komprod tetapi beda sub tema.
Dan qodarullaah ada kejadian besar di akhir periode pembelajaran ini, Haidar mengalami kecelakaan yAng mengharuskan dia untuk dibawa ke faskes dan diambil tindakan oleh nakes dan juga harus minum obat. Ini komprod sangat membantu menenangkan anak dan mengendalikan anger management ibunya. Hehehe
Ya selain memperbaiki cara saya berkomunikasi dengan anak, komprod membantu saya memperbaiki anger management. Walau kadang masih keceplosan tapi manage emosi setelahnya bs lbh mudah dilakukan. Rasanya ada yang selalu meneriakkan: hey komprod komprod! Setiap kali keceplosan menyuruh, memaksa, mengancam atau bahkan marah.
Tantangan terbesar dan terberat adalah mendokumentasikan. Entah dalam bentuk foto, video maupun tulisan. Dalam 10 hari tantangan komprod ini saya masih belum menemukan ritme yang pas utk mendokumentasikan proses komprod. Terutama menulis. Menuliskan hasil komprod sangat mudah jika tidak loncat hari karna lbh mudah mengingat apa yang terjadi dan akan dituliskan. Lebih mudah lagi klo dokumentasi berupa video atau voice record. Bisa saja mengandalkan ingatan, tp harus detail agar pembaca juga lbh lengkap mendapat cerita. tetapi, untuk menulis gak lompat hari ini bagi saya tantangan besar, ini lebih karena manajemen waktu yang kurang pas aja sih. memang seharusnya disediain waktu khusus untuk menulis. waktu yang pas itu bisa disesuaikan dengan kondisi sehari-hari, tiap orang pasti beda-beda. kalau saya prefer malam sebelum tidur, tapi seringnya ikut ketiduran waktu nidurin anak, makanya jadi sering rapel/ loncat hari.
Tetapi setelah mengikuti kelas ini, saya menjadi lebih lemes dalam menulis. Blog saya pun menjadi bangun dari mati suri nya. Dengan saya mempost beberapa hasil komprod, teman2 saya di sosmed jadi bisa membaca pengalaman komprod saya dan beberapa ada yang menyampaikan bahwa ia mendapat inspirasi dengan membaca postingan saya. Dengan begitu saya merasa sedikit bisa berbagi hikmah.
Berikut ini mungkin beberapa tips yang bisa diterapkan untuk persiapan mengikuti kelas bunda sayang materi pertama:
1. Luruskan niat
2. Ijin suami. Terkait hal ini jangan cuma ijin soal boleh enggaknya utk ikit kelas, tp juga wajib disampaikan kemungkinannya untuk lebih sering pegang hape daripada sebelumnya. Mungkin lebih sering begadang atau memanfaatkan bbrp waktu utk membaca materi/mengerjakan pelaporan. Selain menyampaikan konsekuensinya sampaikan juga benefit nya. Kalau saya, materi, game rules, camilan gitu saya forward ke suami. Jd suami tau apa yang sedang kita pelajari. Kalau target komprodnya suami, bs kasih gambaran ke suami. Klo target komprodnya anak bs sekalian minta kerjasamanya. Selain suami, juga sampaikan ke anak2, whether mereka udh ngerti or not ya tp pasti mereka bs diajak komunikasi kok (bagi yg anak2nya balita) jd klo misal pas jam mereka main, emaknya pegang hape, bs kasih pengertian bahwa bundanya lagi belajar. Dan minta ijin menceritakan hasil komprod dengannya ke org banyak.
2. Ijin suami. Terkait hal ini jangan cuma ijin soal boleh enggaknya utk ikit kelas, tp juga wajib disampaikan kemungkinannya untuk lebih sering pegang hape daripada sebelumnya. Mungkin lebih sering begadang atau memanfaatkan bbrp waktu utk membaca materi/mengerjakan pelaporan. Selain menyampaikan konsekuensinya sampaikan juga benefit nya. Kalau saya, materi, game rules, camilan gitu saya forward ke suami. Jd suami tau apa yang sedang kita pelajari. Kalau target komprodnya suami, bs kasih gambaran ke suami. Klo target komprodnya anak bs sekalian minta kerjasamanya. Selain suami, juga sampaikan ke anak2, whether mereka udh ngerti or not ya tp pasti mereka bs diajak komunikasi kok (bagi yg anak2nya balita) jd klo misal pas jam mereka main, emaknya pegang hape, bs kasih pengertian bahwa bundanya lagi belajar. Dan minta ijin menceritakan hasil komprod dengannya ke org banyak.
3. Siapkan media pelaporan. Media pelaporan bs dalam bentuk apapun tergantung kenyamanan masing2. Kalau mau private, ba pakai gdoc. Kalau mau sekalian sharing bs pakai sosmed yg paling nyaman. Saya pakai blog dan ig (karna gak banyak komen dan gak banyak menimbulkan pro kontra).bisa pakai media lain misal pinterest, facebook, path, apapun deh. Bentuk laporan pun bs berupa tulisan, foto, video.
4. Atur schedule harian. Kalau yang bekerja di ranah publik mungkin justru punya waktu agak longgar ya bs menyisihkan waktu istirahat atau bbrp menit sebelum pulang utk sedikit lirik2 materi lalu hasil komprod bs dilaporkan ps habis pulang kerja. Kalau yang bekerja di ranah domestik seperti saya, bisa menetapkan waktu online setelah bangun tdr pagi2, sebelum perdomestikan dimulai, atau ketika anak tidur siang (setelah ikut ngliyep sekedar 10 menit) lalu pelaporan bs dituliskan malam hari sebelum tdr setelah anak2 tidur. Kalau yang anaknya udah gedean bs minta waktu khusus utk tdk diganggu dulu karna bundanya mau nulis hasil praktik atau bundanya mau belajar, gtu. Kalau ketiduran gmn? Bangun lg tengah malem lalu start nulis. Hehehe. Kalau kelewatan ya terpaksa rapel.
Laporan ini sebenarnya manfaatnya banyak utk kita sendiri lho karna bs jadi portofolio anak, bs jg jadi pengingat utk mjd lbh baik terus. Paling gampang pakai dokumentasi video/voice record menurut saya, baru dituliskan. Jd gak kelamaan nginget2.
Laporan ini sebenarnya manfaatnya banyak utk kita sendiri lho karna bs jadi portofolio anak, bs jg jadi pengingat utk mjd lbh baik terus. Paling gampang pakai dokumentasi video/voice record menurut saya, baru dituliskan. Jd gak kelamaan nginget2.
5. Siapkan stamina
6. Siapkan camilan utk temen begadang hehehe.
7. Siapkan diri utk tantangan setiap hari.
8. Pastikan anak2 dan suami kenyang sebelum jam online tiba hehehe
Mungkin itu sedikit tips awal utk memulai kelas bunsay ya. Semoga lbh mudah manjalaninya. Selebihnya bs menyesuaikan keadaan sambil jalan….
Selamat belajar…
Siap menerima tantangan game level 2!
Blog: ingratri.blogspot.co.id
Ig: ing_ratri
Fb: heny ratri estiningtyas
Pinterest: heny ratri estiningtyas
Email: heny.ratrie@gmail.com
Ig: ing_ratri
Fb: heny ratri estiningtyas
Pinterest: heny ratri estiningtyas
Email: heny.ratrie@gmail.com

kereeen mba hen..
ReplyDeletejelas tergambar.
semoga allah memudahkan setiap langkah kebaikan kita yaaa
btw, saya sukka laut. pas banget baca blog BG laut,serasa ada di dunia lain. hehehe
Aamiin allahumma aamiin... Trimakasih sudah sabar membersamai sy berproses Mbak... Never stop learning pokokmen.
DeleteItu foto jaman masih manten baru Mbak. Mau ganti blm jadi... Malu jane tp meh ngganti kok males ya hehehehe, ternyata ada yg suka. Alhamdulillah.