Friday, December 1, 2017

Day 1

Close to closet
Mengajarkan kemandirian pada anak bagi saya tidak ada batasan usia. Kapan paling baik memulai kemandirian anak? Kapan saja sejak anak mulai tertarik dan meminta. Misalnya ketika anak tertarik untuk makan sendiri, ini terjadi mulai anak mengenal MPASI. Bisa mulai usia 6 bulan, ada juga yang mulai 1 tahun, beda-beda sih, tergantung anaknya. Hanya saja, kadang orang tua lah yang membatasi kemandiriannya dengan alasan praktis, males repot beberes setelahnya, nanti banyak makanan yang kebuang, nanti makannya sedikit, nanti bla bla bla bla. Nah kalau udah gitu biasanya ortu dibikin repot sendiri ketika akan melatih anak makan sendiri, karena harus menumbuhkan kembali keinginan anak yang sempat dipadamkan.

Itu contoh satu skill anak tentang kemandirian. Banyak lagi lainnya, seperti toilet training, mandi sendiri, pakai baju sendiri dan kegiatan lainnya yang merupakan pemenuhan kebutuhan pribadi yang bisa dilakukan sendiri oleh anak. Kalau ibu-ibu biasanya kenapa ya gak membiarkan anaknya mandiri? Ada gak yang Takut anaknya bisa ngapa-ngapain sendiri lalu nanti jadi gak butuh emaknya lagi? Eh ada lho, saya salah satunya. Pernah lho kepikiran begitu, tapi buru-buru dibuang jauh deh pikiran itu, walau sering muncul juga tiba-tiba. Kadang sedih juga kan ya kalau anak udah mulai gak mau dibantu, atau punya kegiatan sendiri. Duh don't grow so fast nak... Ibun masih pengen meluk dan ngunyel2 kalian sewayah-wayah...

Hmmm tapi menyadari bahwa anak2 gak akan selamanya bareng kita 24 jam, bikin ibu ini mikir keras gimana anak bisa mandiri dan emaknya gak baper? Yang paling pertama dan menjadi dasar melatih kemandirian anak menurut saya adalah menyadarkan anak tentang kebutuhannya sendiri. Ketika anak tau/sadar dia butuh sesuatu, dia akan berusaha melakukan atau mendapatkannya barulah ajarkan skill-nya 

Dalam game level 2 tantangan 10 hari kelas Bunda Sayang ini bertema tentang melatih kemandirian dan saya memilih kemandirian anak, dalam hal ini targetnya adalah (lagi-lagi) Haidar, anak pertama saya. Basicly, Haidar anak yang sangat sangat mandiri untuk anak seusia dia (3,5 tahun) dari mulai makan, minum, mandi, pakai baju/lepas baju, tidur, main, dll, dia tau kebutuhannya dan dia tau bagaimana mendapatkannya. Bukan hal susah mengajarkan Haidar mandiri karna dia punya rasa penasaran yang tinggi terhadapa banyak hal, dan saya selalu berusaha memenuhi rasa penasarannya. Ketika dia pengen makan sendiri saya kasih makanannya+sendok, dengan aturan makan harus di meja, siapkan dulu mejanya dan kursi makannya, duduk, berdoa lalu makan. Ini lumayan meminimalisir tempat yang berantakan. Palingan di sekitar meja makannya dia aja. Nah tapi yang masih jadi PR banget nget nget adalah toilet training. Untuk itu, saya ambil tantangan toilet training ini dalam tantangan 10 hari kemandirian anak.

Haidar sebenarnya sudah mulai lepas diapers sejak usia 2tahun.bahkan sebelum adeknya lahir. Sengaja banget ini emaknya biar hemat, jadi alokasi diapers dialihkan ke adeknya, kakaknya pakai celana dalem. Hehehe. Tapi ternyata ada efek psikologis di diri haidar setelah adeknya lahir. Yang tadinya sudah bisa pipis&poop di toilet, kok mendadak jebol lagi. Ini bikin saya harus mulai dari awal lagi. Dan ini sudah berlangsung lebih dari 1tahun begini terus no progress. Seringnya masih pakai emosi jiwa kalau jebolnya sampai kemana-mana.

Karena sudah belajar komprod, jadi rencananya, untuk TT kali ini diperkuat dengan komprod dan berharap semoga berhasil. Aamiin

Hari ini hari pertama kami memulai tantangan 10 hari kemandirian anak. Seperti biasa, saya sambut bangun tidurnya Haidar dengan ceria, semangat, dan doa. Biasanya kalau bangun tidur gak bocor nih, dan dia bisa langsung ke toilet sendiri. Tp ini tadi, ndadak pakai acara drama dulu. Gak bocor sih tapi gak mau waktu diajakin pipis. Hmmm jelaslah tau kenapanya, karna ada acara TV. Dia bangun tidur TV udah nyala jadi ya gitu seringnya, aktivitas lain langsung terhambat.

Dalam game kali ini, saya mau konsisten mengingatkan Haidar untuk pipis setiap 2 jam sekali. Tp entah kenapa hari ini Haidar banyak pipis dan gak 2 jam sekali. Alhasil bocor terussss. Cuma yg bangun tidur aja yg berhasil gak basah di celana. Tapi bocornya ini gak yang owor-owor sih... Biasanya merembes aja netes dikiiit di celana dalemnya dia, kadang gak sampai celana luar, kadang ya sampai. Yang terakhir malah pipis di pom bensin waktu pulang dari ngantar kakung ke rumah temen kakung, karena basahnya sampai celana luar dan gak bawa lagi, akhirnya dr pom bensin sampai rumah dia cuma pakai sempak aja, untung deket. Hayuk nak, kita berjuang bareng-bareng... Ibun bantu...
Tapi walaupun belum sepenuhnya berhasil bikin celana dalam haidar kering tanpa rembes, ada beberapa hal yang sudah Haidar lakukan hari ini adalah :
1. Haidar sudah menyadari kebutuhan tubuh haidar untuk pipis. Ini terlihat ketika Haidar bilang sama ibun mau pipis, walau pas bilang memang udah rembes.
2. Haidar bisa buka celana sendiri ketika mau pipis di rumah, walau waktu di tempat makan, masih dibantuin (ini emaknya yang maksain bantu karena lantainya basah dan si ibun gak mau repot ganti celana luar 2 x)
3. Haidar bisa cebok sendiri. Dr kesemua pipis hari ini, Haidar selalu cebok sendiri
4. Pipis di closet (gak di lantai)
You did a great job darling... InsyaAllaah semoga besok ada peningkatan yaaa
Yogyakarta, 1 Desember 2017
With love,
Ibun

No comments:

Post a Comment