Friday, December 28, 2012

PEOPLE'S JUDGE


katanya sih don't judge a book by its cover, tapi nyatanya penampilan itu mencerminkan kepribadian; dan kesan pertama itu biasanya menentukan akan diterima atau enggaknya sesuatu itu selanjutnya...

pembawaan, karakter, kharisma itu ada tempat dan porsinya sendiri2... beda dengan sifat yang bisa terbentuk karna lingkungan, didikan, pergaulan, kebiasaan, dan sebagainya. itulah mengapa ada yang bilang bahwa sifat itu ada yang bisa diubah ada juga yang gak bisa diubah, atau bisa diubah tapi lama. nah yang terakhir ini biasanya melalui proses yang agak rumit, karna bukannya mudah saja terpengaruh intervensi, dan bukannya keras ataupun teguh pendirian. bisa diubah hanya saja pelan-pelan, harus pandai2 memaknai jejak dan celah. dan yang terpenting disini adalah proses. karna proses ini menentukan hasil akhir.

pada proses yang dijalani, tentunya harus ada sikap yang diambil. nah kadang, manusia itu suka berasa paling tau, suka menebak2 karakter seseorang melalui sikap. bukan hanya karakter yang bisa dibaca dari sikap, tapi juga kondisi jiwa dan perasaan seseorang sekalipun itu bersifat tidak tetap dan insidental. dan hebatnya, dari sikap, bisa juga menentukan keterterimaan seseorang oleh orang lain atau komunitas, suka gak suka, dan cocok gak cocok. lalu jika kita tidak menyukai sikap seseorang,bukan berarti dia harus berubah sikap sesuai yang kita suka atau sebaliknya, kalau seseorang tidak suka pada sikap kita, bukan berarti kita harus berubah sesuai mau kita.

suka gak suka, itu people's judge. dan people's judge itu tergantung pada interpretasi masing-masing orang.
be your self itu paling nyaman, sekalipun menuai potensi pro-kontra :)


*buanglah sampah pada tempatnya*


ini posting pindahan dari note di FB, ada juga beberapa yang lain yang belum saya pindah :)

Sunday, November 4, 2012

wedding garden



Pesta pernikahan yang pernah kuimpikan adalah tentang sebuah pesta kebun, tamu duduk di meja bundar bersama kelompoknya,,,aku dan pasanganku mendatangi setiap meja, menyapa, bercengkerama, dan mengobrol.

Makanan disajikan oleh pramusaji berdasi kupu2 kalau laki2 atau berbandana di rambutnya kalau perempuan.

Di sudut taman ada layar besar untuk menayangkan vidio tentang perjalanan kami sebelum menikah, waktu sendiri2, waktu ketemu, waktu jadian, kegiatan berdua, lucu2an, lamaran, dan sampai akad....

Di sudut taman yang satunya ada piano, saxophone, cello, biola, dan aku menyanyi duet dengan suamiku yang berperan jadi pianis sekaligus vocal.

Di sudut taman yang lain ada sekelompok pemusik etnik, dengan angklung atau jimbe yang memainkan musik dibikin ala2 jazz atau swing, terkadang juga dangdut.

Lalu di sudut yang tersisa, ada kamera yang merekam testimoni dari teman2 dengan background foto aku dan suamiku yang dibikin siluet.


Dan aku, dengan gaun dari batik tapi dibikin ala kompeni, hehehe Belanda maksudnya... suamiku dengan setelan jas casual rapih simple tapi elegan....klo perlu dia pake ala2 blonde juga yang ada renda2 di lehernya..eh?jangaaaan...alay betul...hmmmm....

Hmmm setiap anak-anak pasti punya impian tentang pesta pernikahannya. Dan jujur, saya terinspirasi untuk menulis ini setelah melihat vidio pernikahan vino sama marsha...seperti melihat visualisasi dari mimpi yang pernah terlintas, tapi bahkan aku tidak ingin benar-benar mewujudkannya :p

hahahaha ini cuma intermezo aja kawan,,,impian seorang anak perempuan.mimpi itu kan bebas bro, gak bayar, gak perlu asuransi juga...

Saturday, May 12, 2012

grow up

RASA SESAL YANG DISYUKURI


menyesal ketika bangun tidur, ternyata sudah terang benderang
menyesal ketika tidur siang
menyesal ketika beranjak dari kamar sudah diatas jam 1 siang
menyesal ketika ragu2 mau membeli sandal kayu di bapak2 tua
menyesal ketika ragu2 antara mau menyanyi atau tidak di suatu event
menyesal ketika ragu2 mau menyapa seseorang
menyesal ketika sikap yang 'tadi' tidak selayaknya sikap yang seharusnya
menyesal ketika melakukan sesuatu tidak dengan sepenuh hati

menyesal yang dengan penyesalan itu aku tau yang lebih baik dan bisa memperbaikinya.
menyesal yang dengan penyesalan itu berarti aku masih berhati
menyesal yang perlu disyukuri . . . .


#tetapi, apa pentingnya menyesali kekacauan masa lalu jika masih ada waktu yang akan datang, yang bisa dirapihkan mulai sekarang :) *mario teguh*

Wednesday, May 9, 2012

resensi


RESENSI PERAHU KERTAS


membaca buku yang tepat disaat yang tepat

Itu yang saya rasakan ketika menapaki setiap huruf di tengah cerita.


Hidup memang penuh kejutan, bahkan kadang kejutan itu datang dari diri sendiri saat kita menyadari sesuatu atas diri kita yang ternyata selama ini tidak kita sadari. Bagaimanapun hidup penuh pilihan, dan dua hal yang berperan dalam pilihan itu adalah hati dan logika. Dua2nya pun harus jalan beriringan. Tidak bisa satu2. Dan jatuh bangun, perubahan karakter, perubahan suasana hati (yang kadang merupakan konflik batin mendalam), perubahan lingkungan, konflik dengan sahabat, konflik dengan pacar, dsb adalah hal yang sedang menjadi topik hangat di otak saya.


Buku setebal 444 halaman ini banyak menginspirasi pembaca. Seperti buku2 dee yang lain. Kali ini pun dee masih menunjukkan sisi jeniusnya dalam hal tulis menulis, hanya kali ini dikemas dalam alur dan bahasa lebih ringan jika dibandingkan dengan supernova. Ceritanya mengalir membawa emosi pembaca. Tentang cinta yang kuat, pengorbanan, pertahanan, persahabatan, mimpi, dan keteguhan hati. Saya paling suka tokoh pak wayan, yang teguh, berani berkorban, tetap bertahan, dan melanjutkan mimpi2. Saya heran bagaimana dee memberi ruh pada setiap tokohnya.


Dee dalam perahu kertasnya masih saja dengan gaya berceritanya yang khas, yang tidak mau menyelipkan kisah tidak penting didalamnya, yang tidak menjelaskan detail hanya dalam satu pembicaraan saja. kamu akan mendapati jawaban dari pertanyaan2mu kalau kamu tidak melewatkan setiap huruf yang ditulis dee.


Tapi saya memang agak kecewa karena novel ini sedikit terlalu perfect, dengan ending yang dramatis. Saya terlanjur berharap lebih dari sekedar dramatis…bahkan mungkin tragis…hehehe
Untuk sekedar bacaan ringan, perahu kertas is recommended…inspiratif, nyata, tapi ringan.

“gua nggak tau kugy yang dulu itu yang mana. Tapi inilah gua kalau memang ternyata berubah, ya terimalah gua apa adanya . sama seperti gua menerima lu, eko, ojos, keenan, apa adanya. Menurut gua, itu yang bisa kita lakukan sebagai sahabat”
Itu bagian yang paling saya suka: kugy&noni.