Wednesday, May 9, 2012

resensi


RESENSI PERAHU KERTAS


membaca buku yang tepat disaat yang tepat

Itu yang saya rasakan ketika menapaki setiap huruf di tengah cerita.


Hidup memang penuh kejutan, bahkan kadang kejutan itu datang dari diri sendiri saat kita menyadari sesuatu atas diri kita yang ternyata selama ini tidak kita sadari. Bagaimanapun hidup penuh pilihan, dan dua hal yang berperan dalam pilihan itu adalah hati dan logika. Dua2nya pun harus jalan beriringan. Tidak bisa satu2. Dan jatuh bangun, perubahan karakter, perubahan suasana hati (yang kadang merupakan konflik batin mendalam), perubahan lingkungan, konflik dengan sahabat, konflik dengan pacar, dsb adalah hal yang sedang menjadi topik hangat di otak saya.


Buku setebal 444 halaman ini banyak menginspirasi pembaca. Seperti buku2 dee yang lain. Kali ini pun dee masih menunjukkan sisi jeniusnya dalam hal tulis menulis, hanya kali ini dikemas dalam alur dan bahasa lebih ringan jika dibandingkan dengan supernova. Ceritanya mengalir membawa emosi pembaca. Tentang cinta yang kuat, pengorbanan, pertahanan, persahabatan, mimpi, dan keteguhan hati. Saya paling suka tokoh pak wayan, yang teguh, berani berkorban, tetap bertahan, dan melanjutkan mimpi2. Saya heran bagaimana dee memberi ruh pada setiap tokohnya.


Dee dalam perahu kertasnya masih saja dengan gaya berceritanya yang khas, yang tidak mau menyelipkan kisah tidak penting didalamnya, yang tidak menjelaskan detail hanya dalam satu pembicaraan saja. kamu akan mendapati jawaban dari pertanyaan2mu kalau kamu tidak melewatkan setiap huruf yang ditulis dee.


Tapi saya memang agak kecewa karena novel ini sedikit terlalu perfect, dengan ending yang dramatis. Saya terlanjur berharap lebih dari sekedar dramatis…bahkan mungkin tragis…hehehe
Untuk sekedar bacaan ringan, perahu kertas is recommended…inspiratif, nyata, tapi ringan.

“gua nggak tau kugy yang dulu itu yang mana. Tapi inilah gua kalau memang ternyata berubah, ya terimalah gua apa adanya . sama seperti gua menerima lu, eko, ojos, keenan, apa adanya. Menurut gua, itu yang bisa kita lakukan sebagai sahabat”
Itu bagian yang paling saya suka: kugy&noni.

No comments:

Post a Comment