HOW TO DECIDE: YES IT’S HIM!
Banyak orang-orang terdekat saya akhir-akhir ini pada mau
menikah. Banyak yang nanya, apa yang kamu
rasain ketika dulu kamu memutuskan dia menjadi suamimu? apa pertimbanganmu? Apa kamu gak takut kalau nanti dia berubah setelah dia menikah? apa kamu nanti gak takut kalau dia ternyata bla
bla bla….
Iya siiih secara, kami memang itungannya baruuu banget
kenal satu sama lain. Masih sangat memungkinkan ada hal-hal yang unpredictable.
Hmmmm, saya sih waktu itu bismillah aja, yang penting dia sholat, ngaji, paham
agama, dan vision kita sama. Tentunya aku tau itu semua setelah ngobrol panjang
lebar sama dia dong ya…
Ini nih bedanya proses pacaran sama proses menikah. Kalau proses
pacaran, kan kadang yang penting nyaman satu sama lain, kalau proses menikah
yang kami lakuin sih ngobrolin tentang diri sendiri apa yang aku suka dan tidak
suka, apa yang dia suka dan tidak suka. Dan kami berusaha sejujur jujurnya. Bagaimana
tidak,,,kalau nggak jujur dan cari nyamannya aja sih ya percuma ya, wong ya
nantinya juga bakal hidup bersama selama-lamanya. Bareng terus, ketemu terus,
ngadepin terus. Lalu, darimana aku tau kalau dia jujur? Dari Allaah hehehehe untouchable
banget ya. Nyatanya begitu, yang pasti, dari obrolan panjang, kebaca lah. Dan insyaAllaah
kalau udah jodoh, ya nyambung aja. Satu visi.
Dulu doaku sama Allah gini: ya Allaah, berilah hamba jodoh
laki-laki baik, sholeh, good looking, dan yang kekurangannya bisa saya tolerir.
That’s it. Yang terakhir itu yang menentukan. Karna memang gak ada manusia
sempurna, tapi ada hubungan yang sempurna, yaitu yang pasangannya saling
mentolerir kekurangan satu sama lain. Hmmm dan satu lagi kuncinya adalah,
please ya…forget about the past. Bagaimanapun dia dulunya itu adalah proses. Mau
berapa banyak pacarnya mau sepreman apa dia dan lain lain itu adalah proses. Bersyukurlah
kamu menemukan dia sekarang dalam kondisi yang sudah baik dan bisa kamu terima.
Tidak perlu mengungkit ungkit masa lalu, justru harusnya kamu berterimakasih
dengan para gadis-gadis di masa lalunya, karna mereka melewatkan lelaki hebat
itu dan akhirnya kamu yang dapet. Mereka juga berjasa lho, karena menempa
lelakimu itu di masa lalu. Udah deeeh, yang terpenting adalah kamu dan dia
sekarang dan selanjutnya. Aaah Teori? buktikanlah teori itu bener atau enggak. Gampang
dan sulitnya tergantung bagaimana kamu menyikapinya. Iya siiih ngomong gampang,
trus ntar gimana kalau ternyata masa lalunya datang lagi…? Bismillah aja,
selama dia paham agama, memprioritaskan Allaah, insyaAllaah dia tau bagaimana
harus menyikapinya. Bismillah ajaaa.
Ok here we go, saya repost dari kaskus. Kebetulan pas
banget nih. Absolutely yes, I had felt all these sign before I married! Enjoy yaaa…!
Jodoh adalah misteri yang tak akan ada ujungnya. Tidak
jarang orang terjebak dalam kegalauan tak bertepi karena masalah pendamping
hidup ini. Memang wajar sih, siapa orangnya yang nggak mau menemukan dia yang
dengan nyaman berjalan di sisi dan menemani hingga tua?
Pertanyaannya, gimana kita bisa tahu kalau dia jodoh kita?
Adakah sih tanda-tanda yang bisa menunjukannya? Tenang, cermati tanda-tanda ini
baik-baik untuk memutuskan apakah pasangan yang sedang kamu kencani memang
benar-benar jodohmu atau bukan.
1.
Kamu dan Pasanganmu Saat Ini Bersatu Tanpa
Banyak Usaha
Berbeda dari mantanmu kebanyakan,
kalian menjalin hubungan tanpa perlu banyak usaha. Kamu nggak perlu merubah
diri secara heboh untuk menarik perhatiannya. Begitu pun dia, kamu langsung
merasa nyambung dan cocok saat ngobrol. Walau biasanya kalian jarang bisa
langsung akrab sama orang asing.
Kalau dulu kamu harus pakai tahapan
PDKT-jadian-pacaran ala-ala anak ABG, hubunganmu dan pasangan yang satu ini
rasanya berjalan saja dengan mulus. Kalian langsung merasa cocok satu sama
lain, menjalani hubungan dengan tenang, diterima keluarga kedua belah pihak.
Tanpa kamu sadari ada tangan-tangan lain yang mengatur mulusnya hubungan kalian
berdua.
2.
Hubungan Kalian Tenang dan Minim Drama
Sebelumnya hubungan cintamu selalu
identik dengan drama nggak penting. Kamu kerap menangis karena dia melakukan
hal-hal yang menyakiti hatimu. Di matamu aturan-aturan yang dia buat kerap
terasa mengekang. Walau sudah lama bersama kalian belum bisa menyesuaikan diri
satu sama lain.
Terkadang kamu lelah terus
menjalani hubungan yang menguras emosi seperti ini. Sebentar adem-ayem, eh
tiba-tiba ada drama lagi. Kalau memang dia jodohmu hubungan kalian nggak akan
terasa seperti roller coaster.
Drama, kerap dimunculkan pasangan
yang tidak bisa menghadapi permasalahan mereka secara dewasa. Reaksi berlebihan
yang terkesan dramatis adalah substitusi dari keinginan bicara yang tidak bisa
dikomunikasikan dengan baik. Kamu gak mau kan dalam hubungan suami-istri nanti
dipenuhi drama?
3.
Keluarga Dan Sahabatmu Mudah Membuka Tangan
Untuk Menerimanya Sebagai Orang Baru yang Dekat Denganmu
Salah satu tanda bahwa kalian
berjodoh adalah penerimaan yang kalian dapatkan dari lingkaran terdekat. Mantan
pacarmu sebelumnya gak bisa dengan mudah melebur dalam perbincangan hangat
dengan Oom dan Tantemu di pertemuan keluarga. Sebelumnya kamu belum pernah
menjalin hubungan dengan dia yang langsung bisa nyambung sama sahabat-sahabatmu.
Baru dia yang bisa. Dan bukan nggak
mungkin, memang cuma dia yang bisa.
4.
Kamu Bisa Berdamai Dengan Segala Keanehan dan
Tingkah Ajaibnya
Dia nggak setampan atau secantik
artis Hollywood favoritmu. Sesekali dia bisa berubah jadi makhluk yang egois
dan menyebalkan. Kamu juga kerap sebal kalau dia telat atau dengan tidak
sopannya buang angin didepanmu. Pasangan yang sedang bersama denganmu saat ini
tidak sesempurna orang yang kamu idam-idamkan.
Tapi kamu merasa semua
kekurangannya tersebut wajar dan oke-oke saja kok untuk bisa diterima. Nggak
ada sifat mendasar yang sangat berseberangan denganmu. Kamu merasa dia tidak
perlu berubah untuk bisa berjalan disisimu. Bersama dia kamu bisa memahami
walau tidak akan ada orang yang sempurna tapi ada orang yang bisa dengan ikhlas
kamu terima kelemahannya.
5.
Hubungan Kalian Terus Bertransformasi Jadi
Semakin Dekat. Bukan Cuma Sekedar Pacar, Dia Juga Bisa Jadi Sahabat Baik
Hal paling mengerikan dari
kehilangan pasanganmu saat ini bukan rasa sepi karena tidak ada lagi yang
memperhatikanmu dengan manis. Lebih dari itu, kehilangan dia juga berarti
kehilangan seorang sahabat baik. Dia yang bisa kamu ajak bertukar pikiran.
Seseorang yang bisa mendengarkanmu dan memberimu masukan dengan jujur.
Tanda yang baik bahwa dia jodohmu
adalah saat hubungan kalian sudah berkembang dari sekadar cinta manis antara
pria dan wanita ke pendampingan sepasang sahabat. Dalam dirinya kamu akan
menemukan kasih sayang dari seorang kekasih, plus kenyamanan jadi diri sendiri
yang kamu rasakan kalau lagi bersama sahabat. Pokoknya pasanganmu yang satu ini
memang paket lengkap, deh.
6.
Hidupmu Menuju Ke Arah yang Lebih Baik Dengan
Pendampingannya
Gak akan ada jodoh yang dikirim
Tuhan untuk merubahmu jadi lebih buruk kan? Seseorang yang memang sudah
tergariskan untukmu secara otomatis akan membaikkanmu. Semenjak kamu bersama
dia kamu merasa banyak perubahan signifikan ke arah yang lebih positif. Kalau
dulunya kamu agak ogah-ogahan bekerja, kehadirannya kini jadi penyemangatmu
agar lebih giat.
Untuk meyakinkan diri apakah si dia
jodohmu atau bukan, coba deh tengok lagi perkembangan kalian secara pribadi
pasca memutuskan bersama. Jika kalian gak ada perubahannya setelah menjalin
hubungan, maka komitmenmu perlu dievaluasi Tapi kalau kamu dan dia sama-sama
berkembang ke arah yang lebih baik berdua, ini adalah sinyal positif. Selamat
saling mendampingi menuju impian yang kalian idamkan, ya.
7.
Kalian Tak Perlu Kehilangan Kehidupan Lain
Hanya Karena Hubungan yang Sedang Dijalani
Ada kan hubungan yang membuat dua
orang yang berada di dalamnya jadi gak punya waktu lagi untuk kehidupan
sosialnya? Kemana-mana berduaan aja sama pacar. Terkadang kamu sampai melupakan
hobi yang dulu sangat kamu gemari. Ya gimana mau bergaul dengan teman atau
menekuni hobi, sebentar-sebentar kamu harus repot mengurus drama yang kurang
begitu penting.
Jodoh yang baik sepatutnya tidak
membuatmu lelah secara emosional. Alih-alih banyak menuntut, kamu dan dia sudah
bisa menemukan jalan tengah untuk menciptakan hubungan yang seimbang. Bersama
dia kamu tetap punya waktu untuk main dengan teman-temanmu, kamu tetap punya
ruang untuk asyik sendiri dengan hobimu.
Bagaimana dengan dia, apa dia nggak
merasa kesepian? Dia yang sudah tergariskan untukmu akan tetap di sisi.
Mendampingi hidupmu sembari sibuk mengejar mimpinya sendiri.
8.
Tak Hanya Saling Cinta, Kalian Juga Berbagi
Impian dan Tujuan Hidup yang Sama
Orang yang bisa mendampingimu
adalah dia yang rela berbagi tujuan hidup bersama. Kalau memang jodoh, kamu dan
dia akan bisa bertoleransi untuk mewujudkan impian berdua. Secinta apapun kamu
ke seseorang, kalau pandangan hidupnya beda ya ujungnya semua akan bubar jalan.
Untuk lebih meyakinkan, coba deh ajak pasanganmu berbincang ringan soal hidup
macam apa yang ingin mereka jalani ke depan.
Apakah kalian sama-sama ingin
menjalani hidup sederhana namun penuh manfaat bagi orang lain? Atau keinginanmu
dan dia justru sangat berseberangan? Kamu pengen kerja dimana saja asal kaya
raya, eh dia super idealis gak mau kerja di perusahaan multi-nasional yang
disinyalir kerap mengemplang pajak. Jika ternyata kamu dan dia gak punya
pandangan hidup yang serupa, bisa jadi kalian hanya ditakdirkan bersinggungan
saja tanpa harus selamanya bersisian.
9.
Bersama Dia, Kamu Merasa Mampu Menjalani Masa
Depan
Secara logis tinggal berdua dalam
komitmen suci dengan seorang asing yang baru kita kenal se-per-sekian persen
dari seluruh waktu hidup harusnya mengerikan. Gimana bisa kamu percaya sama
orang yang kamu nggak tahu masa lalunya gimana? Siapa yang bisa jamin kalau dia
bukan mantan yakuza yang banyak membunuh orang di masa lalu?
Bersama dia yang memang tergariskan
jadi jodohmu, masa depan bersama justru akan terlihat membahagiakan. Walau
nanti cicilan rumah mahal, biaya sekolah anak melambung tinggi, carut marut
negeri juga belum terbenahi — tapi bersamanya kamu tahu semua akan baik-baik
saja.
Bahkan kamu bisa membayangkan dia
akan jadi Bapak atau Ibu yang baik bagi anak-anakmu kelak
10.
Dia Membuatmu Rela Berhenti Mencari. Dia Memang
Tak Sempurna, Tapi Hidupmu Tak Lengkap Bila Bukan Dia yang Mendampingi
Pada akhirnya, keyakinan memang
tidak bisa ditukar dengan apapun. Saat bertemu seseorang yang sudah
tertakdirkan jadi jodohmu kamu akan merasa seperti tutup botol bertemu ulirnya:
“klik!”. Tanpa perlu banyak alasan kamu akan yakin bahwa dialah yang tepat jadi
garis finish petualanganmu selama ini.
Di ujung hari, kalian akan saling
menyandarkan punggung. Berbagi lelah, menceritakan kejadian konyol yang
dihadapi sedari pagi, bersyukur. Keputusannya berhenti di kamu, kerelaanmu
berhenti di dia membuat kalian jadi dua manusia yang merasa paling tergenapkan
di dunia.
Source: http://www.kaskus.co.id/thread/5457281edc06bd2c7c8b4572/10-tanda-bahwa-pacarmu-saat-ini-adalah-jodoh-yang-tepat
Hellohaa kak...
ReplyDeleteBismillah doain arin y....