Monday, January 19, 2015

HOW TO DECIDE: YES IT’S HIM!

HOW TO DECIDE: YES IT’S HIM!

Banyak orang-orang terdekat saya akhir-akhir ini pada mau menikah. Banyak yang nanya, apa yang kamu rasain ketika dulu kamu memutuskan dia menjadi suamimu? apa pertimbanganmu? Apa kamu gak takut kalau nanti dia berubah setelah dia menikah? apa kamu nanti gak takut kalau dia ternyata bla bla bla….

Iya siiih secara, kami memang itungannya baruuu banget kenal satu sama lain. Masih sangat memungkinkan ada hal-hal yang unpredictable. Hmmmm, saya sih waktu itu bismillah aja, yang penting dia sholat, ngaji, paham agama, dan vision kita sama. Tentunya aku tau itu semua setelah ngobrol panjang lebar sama dia dong ya…

Ini nih bedanya proses pacaran sama proses menikah. Kalau proses pacaran, kan kadang yang penting nyaman satu sama lain, kalau proses menikah yang kami lakuin sih ngobrolin tentang diri sendiri apa yang aku suka dan tidak suka, apa yang dia suka dan tidak suka. Dan kami berusaha sejujur jujurnya. Bagaimana tidak,,,kalau nggak jujur dan cari nyamannya aja sih ya percuma ya, wong ya nantinya juga bakal hidup bersama selama-lamanya. Bareng terus, ketemu terus, ngadepin terus. Lalu, darimana aku tau kalau dia jujur? Dari Allaah hehehehe untouchable banget ya. Nyatanya begitu, yang pasti, dari obrolan panjang, kebaca lah. Dan insyaAllaah kalau udah jodoh, ya nyambung aja. Satu visi.

Dulu doaku sama Allah gini: ya Allaah, berilah hamba jodoh laki-laki baik, sholeh, good looking, dan yang kekurangannya bisa saya tolerir. That’s it. Yang terakhir itu yang menentukan. Karna memang gak ada manusia sempurna, tapi ada hubungan yang sempurna, yaitu yang pasangannya saling mentolerir kekurangan satu sama lain. Hmmm dan satu lagi kuncinya adalah, please ya…forget about the past. Bagaimanapun dia dulunya itu adalah proses. Mau berapa banyak pacarnya mau sepreman apa dia dan lain lain itu adalah proses. Bersyukurlah kamu menemukan dia sekarang dalam kondisi yang sudah baik dan bisa kamu terima. Tidak perlu mengungkit ungkit masa lalu, justru harusnya kamu berterimakasih dengan para gadis-gadis di masa lalunya, karna mereka melewatkan lelaki hebat itu dan akhirnya kamu yang dapet. Mereka juga berjasa lho, karena menempa lelakimu itu di masa lalu. Udah deeeh, yang terpenting adalah kamu dan dia sekarang dan selanjutnya. Aaah Teori? buktikanlah teori itu bener atau enggak. Gampang dan sulitnya tergantung bagaimana kamu menyikapinya. Iya siiih ngomong gampang, trus ntar gimana kalau ternyata masa lalunya datang lagi…? Bismillah aja, selama dia paham agama, memprioritaskan Allaah, insyaAllaah dia tau bagaimana harus menyikapinya. Bismillah ajaaa.
Ok here we go, saya repost dari kaskus. Kebetulan pas banget nih. Absolutely yes, I had felt all these sign before I married! Enjoy yaaa…!


Jodoh adalah misteri yang tak akan ada ujungnya. Tidak jarang orang terjebak dalam kegalauan tak bertepi karena masalah pendamping hidup ini. Memang wajar sih, siapa orangnya yang nggak mau menemukan dia yang dengan nyaman berjalan di sisi dan menemani hingga tua?
Pertanyaannya, gimana kita bisa tahu kalau dia jodoh kita? Adakah sih tanda-tanda yang bisa menunjukannya? Tenang, cermati tanda-tanda ini baik-baik untuk memutuskan apakah pasangan yang sedang kamu kencani memang benar-benar jodohmu atau bukan.

1.        Kamu dan Pasanganmu Saat Ini Bersatu Tanpa Banyak Usaha
Berbeda dari mantanmu kebanyakan, kalian menjalin hubungan tanpa perlu banyak usaha. Kamu nggak perlu merubah diri secara heboh untuk menarik perhatiannya. Begitu pun dia, kamu langsung merasa nyambung dan cocok saat ngobrol. Walau biasanya kalian jarang bisa langsung akrab sama orang asing.
Kalau dulu kamu harus pakai tahapan PDKT-jadian-pacaran ala-ala anak ABG, hubunganmu dan pasangan yang satu ini rasanya berjalan saja dengan mulus. Kalian langsung merasa cocok satu sama lain, menjalani hubungan dengan tenang, diterima keluarga kedua belah pihak. Tanpa kamu sadari ada tangan-tangan lain yang mengatur mulusnya hubungan kalian berdua.

2.        Hubungan Kalian Tenang dan Minim Drama
Sebelumnya hubungan cintamu selalu identik dengan drama nggak penting. Kamu kerap menangis karena dia melakukan hal-hal yang menyakiti hatimu. Di matamu aturan-aturan yang dia buat kerap terasa mengekang. Walau sudah lama bersama kalian belum bisa menyesuaikan diri satu sama lain.
Terkadang kamu lelah terus menjalani hubungan yang menguras emosi seperti ini. Sebentar adem-ayem, eh tiba-tiba ada drama lagi. Kalau memang dia jodohmu hubungan kalian nggak akan terasa seperti roller coaster.
Drama, kerap dimunculkan pasangan yang tidak bisa menghadapi permasalahan mereka secara dewasa. Reaksi berlebihan yang terkesan dramatis adalah substitusi dari keinginan bicara yang tidak bisa dikomunikasikan dengan baik. Kamu gak mau kan dalam hubungan suami-istri nanti dipenuhi drama?

3.        Keluarga Dan Sahabatmu Mudah Membuka Tangan Untuk Menerimanya Sebagai Orang Baru yang Dekat Denganmu
Salah satu tanda bahwa kalian berjodoh adalah penerimaan yang kalian dapatkan dari lingkaran terdekat. Mantan pacarmu sebelumnya gak bisa dengan mudah melebur dalam perbincangan hangat dengan Oom dan Tantemu di pertemuan keluarga. Sebelumnya kamu belum pernah menjalin hubungan dengan dia yang langsung bisa nyambung sama sahabat-sahabatmu.
Baru dia yang bisa. Dan bukan nggak mungkin, memang cuma dia yang bisa.

4.        Kamu Bisa Berdamai Dengan Segala Keanehan dan Tingkah Ajaibnya
Dia nggak setampan atau secantik artis Hollywood favoritmu. Sesekali dia bisa berubah jadi makhluk yang egois dan menyebalkan. Kamu juga kerap sebal kalau dia telat atau dengan tidak sopannya buang angin didepanmu. Pasangan yang sedang bersama denganmu saat ini tidak sesempurna orang yang kamu idam-idamkan.
Tapi kamu merasa semua kekurangannya tersebut wajar dan oke-oke saja kok untuk bisa diterima. Nggak ada sifat mendasar yang sangat berseberangan denganmu. Kamu merasa dia tidak perlu berubah untuk bisa berjalan disisimu. Bersama dia kamu bisa memahami walau tidak akan ada orang yang sempurna tapi ada orang yang bisa dengan ikhlas kamu terima kelemahannya.

5.        Hubungan Kalian Terus Bertransformasi Jadi Semakin Dekat. Bukan Cuma Sekedar Pacar, Dia Juga Bisa Jadi Sahabat Baik
Hal paling mengerikan dari kehilangan pasanganmu saat ini bukan rasa sepi karena tidak ada lagi yang memperhatikanmu dengan manis. Lebih dari itu, kehilangan dia juga berarti kehilangan seorang sahabat baik. Dia yang bisa kamu ajak bertukar pikiran. Seseorang yang bisa mendengarkanmu dan memberimu masukan dengan jujur.
Tanda yang baik bahwa dia jodohmu adalah saat hubungan kalian sudah berkembang dari sekadar cinta manis antara pria dan wanita ke pendampingan sepasang sahabat. Dalam dirinya kamu akan menemukan kasih sayang dari seorang kekasih, plus kenyamanan jadi diri sendiri yang kamu rasakan kalau lagi bersama sahabat. Pokoknya pasanganmu yang satu ini memang paket lengkap, deh.

6.        Hidupmu Menuju Ke Arah yang Lebih Baik Dengan Pendampingannya
Gak akan ada jodoh yang dikirim Tuhan untuk merubahmu jadi lebih buruk kan? Seseorang yang memang sudah tergariskan untukmu secara otomatis akan membaikkanmu. Semenjak kamu bersama dia kamu merasa banyak perubahan signifikan ke arah yang lebih positif. Kalau dulunya kamu agak ogah-ogahan bekerja, kehadirannya kini jadi penyemangatmu agar lebih giat.
Untuk meyakinkan diri apakah si dia jodohmu atau bukan, coba deh tengok lagi perkembangan kalian secara pribadi pasca memutuskan bersama. Jika kalian gak ada perubahannya setelah menjalin hubungan, maka komitmenmu perlu dievaluasi Tapi kalau kamu dan dia sama-sama berkembang ke arah yang lebih baik berdua, ini adalah sinyal positif. Selamat saling mendampingi menuju impian yang kalian idamkan, ya.

7.        Kalian Tak Perlu Kehilangan Kehidupan Lain Hanya Karena Hubungan yang Sedang Dijalani
Ada kan hubungan yang membuat dua orang yang berada di dalamnya jadi gak punya waktu lagi untuk kehidupan sosialnya? Kemana-mana berduaan aja sama pacar. Terkadang kamu sampai melupakan hobi yang dulu sangat kamu gemari. Ya gimana mau bergaul dengan teman atau menekuni hobi, sebentar-sebentar kamu harus repot mengurus drama yang kurang begitu penting.
Jodoh yang baik sepatutnya tidak membuatmu lelah secara emosional. Alih-alih banyak menuntut, kamu dan dia sudah bisa menemukan jalan tengah untuk menciptakan hubungan yang seimbang. Bersama dia kamu tetap punya waktu untuk main dengan teman-temanmu, kamu tetap punya ruang untuk asyik sendiri dengan hobimu.
Bagaimana dengan dia, apa dia nggak merasa kesepian? Dia yang sudah tergariskan untukmu akan tetap di sisi. Mendampingi hidupmu sembari sibuk mengejar mimpinya sendiri.

8.        Tak Hanya Saling Cinta, Kalian Juga Berbagi Impian dan Tujuan Hidup yang Sama
Orang yang bisa mendampingimu adalah dia yang rela berbagi tujuan hidup bersama. Kalau memang jodoh, kamu dan dia akan bisa bertoleransi untuk mewujudkan impian berdua. Secinta apapun kamu ke seseorang, kalau pandangan hidupnya beda ya ujungnya semua akan bubar jalan. Untuk lebih meyakinkan, coba deh ajak pasanganmu berbincang ringan soal hidup macam apa yang ingin mereka jalani ke depan.
Apakah kalian sama-sama ingin menjalani hidup sederhana namun penuh manfaat bagi orang lain? Atau keinginanmu dan dia justru sangat berseberangan? Kamu pengen kerja dimana saja asal kaya raya, eh dia super idealis gak mau kerja di perusahaan multi-nasional yang disinyalir kerap mengemplang pajak. Jika ternyata kamu dan dia gak punya pandangan hidup yang serupa, bisa jadi kalian hanya ditakdirkan bersinggungan saja tanpa harus selamanya bersisian.

9.        Bersama Dia, Kamu Merasa Mampu Menjalani Masa Depan
Secara logis tinggal berdua dalam komitmen suci dengan seorang asing yang baru kita kenal se-per-sekian persen dari seluruh waktu hidup harusnya mengerikan. Gimana bisa kamu percaya sama orang yang kamu nggak tahu masa lalunya gimana? Siapa yang bisa jamin kalau dia bukan mantan yakuza yang banyak membunuh orang di masa lalu?
Bersama dia yang memang tergariskan jadi jodohmu, masa depan bersama justru akan terlihat membahagiakan. Walau nanti cicilan rumah mahal, biaya sekolah anak melambung tinggi, carut marut negeri juga belum terbenahi — tapi bersamanya kamu tahu semua akan baik-baik saja.
Bahkan kamu bisa membayangkan dia akan jadi Bapak atau Ibu yang baik bagi anak-anakmu kelak

10.   Dia Membuatmu Rela Berhenti Mencari. Dia Memang Tak Sempurna, Tapi Hidupmu Tak Lengkap Bila Bukan Dia yang Mendampingi
Pada akhirnya, keyakinan memang tidak bisa ditukar dengan apapun. Saat bertemu seseorang yang sudah tertakdirkan jadi jodohmu kamu akan merasa seperti tutup botol bertemu ulirnya: “klik!”. Tanpa perlu banyak alasan kamu akan yakin bahwa dialah yang tepat jadi garis finish petualanganmu selama ini.
Di ujung hari, kalian akan saling menyandarkan punggung. Berbagi lelah, menceritakan kejadian konyol yang dihadapi sedari pagi, bersyukur. Keputusannya berhenti di kamu, kerelaanmu berhenti di dia membuat kalian jadi dua manusia yang merasa paling tergenapkan di dunia.


Source: http://www.kaskus.co.id/thread/5457281edc06bd2c7c8b4572/10-tanda-bahwa-pacarmu-saat-ini-adalah-jodoh-yang-tepat