Saturday, May 12, 2012

grow up

RASA SESAL YANG DISYUKURI


menyesal ketika bangun tidur, ternyata sudah terang benderang
menyesal ketika tidur siang
menyesal ketika beranjak dari kamar sudah diatas jam 1 siang
menyesal ketika ragu2 mau membeli sandal kayu di bapak2 tua
menyesal ketika ragu2 antara mau menyanyi atau tidak di suatu event
menyesal ketika ragu2 mau menyapa seseorang
menyesal ketika sikap yang 'tadi' tidak selayaknya sikap yang seharusnya
menyesal ketika melakukan sesuatu tidak dengan sepenuh hati

menyesal yang dengan penyesalan itu aku tau yang lebih baik dan bisa memperbaikinya.
menyesal yang dengan penyesalan itu berarti aku masih berhati
menyesal yang perlu disyukuri . . . .


#tetapi, apa pentingnya menyesali kekacauan masa lalu jika masih ada waktu yang akan datang, yang bisa dirapihkan mulai sekarang :) *mario teguh*

Wednesday, May 9, 2012

resensi


RESENSI PERAHU KERTAS


membaca buku yang tepat disaat yang tepat

Itu yang saya rasakan ketika menapaki setiap huruf di tengah cerita.


Hidup memang penuh kejutan, bahkan kadang kejutan itu datang dari diri sendiri saat kita menyadari sesuatu atas diri kita yang ternyata selama ini tidak kita sadari. Bagaimanapun hidup penuh pilihan, dan dua hal yang berperan dalam pilihan itu adalah hati dan logika. Dua2nya pun harus jalan beriringan. Tidak bisa satu2. Dan jatuh bangun, perubahan karakter, perubahan suasana hati (yang kadang merupakan konflik batin mendalam), perubahan lingkungan, konflik dengan sahabat, konflik dengan pacar, dsb adalah hal yang sedang menjadi topik hangat di otak saya.


Buku setebal 444 halaman ini banyak menginspirasi pembaca. Seperti buku2 dee yang lain. Kali ini pun dee masih menunjukkan sisi jeniusnya dalam hal tulis menulis, hanya kali ini dikemas dalam alur dan bahasa lebih ringan jika dibandingkan dengan supernova. Ceritanya mengalir membawa emosi pembaca. Tentang cinta yang kuat, pengorbanan, pertahanan, persahabatan, mimpi, dan keteguhan hati. Saya paling suka tokoh pak wayan, yang teguh, berani berkorban, tetap bertahan, dan melanjutkan mimpi2. Saya heran bagaimana dee memberi ruh pada setiap tokohnya.


Dee dalam perahu kertasnya masih saja dengan gaya berceritanya yang khas, yang tidak mau menyelipkan kisah tidak penting didalamnya, yang tidak menjelaskan detail hanya dalam satu pembicaraan saja. kamu akan mendapati jawaban dari pertanyaan2mu kalau kamu tidak melewatkan setiap huruf yang ditulis dee.


Tapi saya memang agak kecewa karena novel ini sedikit terlalu perfect, dengan ending yang dramatis. Saya terlanjur berharap lebih dari sekedar dramatis…bahkan mungkin tragis…hehehe
Untuk sekedar bacaan ringan, perahu kertas is recommended…inspiratif, nyata, tapi ringan.

“gua nggak tau kugy yang dulu itu yang mana. Tapi inilah gua kalau memang ternyata berubah, ya terimalah gua apa adanya . sama seperti gua menerima lu, eko, ojos, keenan, apa adanya. Menurut gua, itu yang bisa kita lakukan sebagai sahabat”
Itu bagian yang paling saya suka: kugy&noni.