RESENSI PERAHU
KERTAS
“membaca buku
yang tepat disaat yang tepat”
Itu yang saya rasakan ketika menapaki setiap huruf
di tengah cerita.
Hidup memang penuh kejutan, bahkan kadang kejutan
itu datang dari diri sendiri saat kita menyadari sesuatu atas diri kita yang
ternyata selama ini tidak kita sadari. Bagaimanapun hidup penuh pilihan, dan
dua hal yang berperan dalam pilihan itu adalah hati dan logika. Dua2nya pun
harus jalan beriringan. Tidak bisa satu2. Dan jatuh bangun, perubahan karakter,
perubahan suasana hati (yang kadang merupakan konflik batin mendalam),
perubahan lingkungan, konflik dengan sahabat, konflik dengan pacar, dsb adalah
hal yang sedang menjadi topik hangat di otak saya.
Buku setebal 444 halaman ini banyak menginspirasi
pembaca. Seperti buku2 dee yang lain. Kali ini pun dee masih menunjukkan sisi
jeniusnya dalam hal tulis menulis, hanya kali ini dikemas dalam alur dan bahasa
lebih ringan jika dibandingkan dengan supernova. Ceritanya mengalir membawa
emosi pembaca. Tentang cinta yang kuat, pengorbanan, pertahanan, persahabatan,
mimpi, dan keteguhan hati. Saya paling suka tokoh pak wayan, yang teguh, berani
berkorban, tetap bertahan, dan melanjutkan mimpi2. Saya heran bagaimana dee
memberi ruh pada setiap tokohnya.
Dee dalam perahu kertasnya masih saja dengan gaya
berceritanya yang khas, yang tidak mau menyelipkan kisah tidak penting
didalamnya, yang tidak menjelaskan detail hanya dalam satu pembicaraan saja.
kamu akan mendapati jawaban dari pertanyaan2mu kalau kamu tidak melewatkan
setiap huruf yang ditulis dee.
Tapi saya memang agak kecewa karena novel ini
sedikit terlalu perfect, dengan ending yang dramatis. Saya terlanjur berharap
lebih dari sekedar dramatis…bahkan mungkin tragis…hehehe
Untuk sekedar bacaan ringan, perahu kertas is
recommended…inspiratif, nyata, tapi ringan.
“gua nggak tau kugy yang dulu itu yang mana. Tapi
inilah gua kalau memang ternyata berubah, ya terimalah gua apa adanya . sama
seperti gua menerima lu, eko, ojos, keenan, apa adanya. Menurut gua, itu yang
bisa kita lakukan sebagai sahabat”
Itu bagian yang paling saya suka: kugy&noni.