Sunday, May 7, 2023

Catatan Hikmah Ibun

 D. E. K. A. T


Yogyakarta, 7 Mei 2023

Bismillahirrahmanirrahim, 


(Catatan hikmah ini dituliskan kembali setelah kondisi ibun membaik pasca operasi) 


Allah Ta’ala berfirman,


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)


Suasana ruang operasi yang ada di atas kepala tempatku terbaring masih sedikit riuh. Para tim dokter dan perawat sedang mempersiapkan ruangan dan peralatannya. Aku ditaruhnya di ruang transit. 


"Ibu Heny ya? sudah siap?"

"Bismillah, semoga Allah mudahkan. Allahumma laa sahla illa ma ja'altahu sahla wa anta taj'alil hazna idza syi'ta sahla" Jawabku yang diaminkan oleh perawat laki-laki bertubuh tambun itu. 


Hari itu aku menjalani operasi pertama dalam hidupku (dan semoga juga yg terakhir) . Operasi besar yang bahkan membuatku merasa sangat dekat dengan kematian. 

Selama di ruang transit, aku menunggu sambil terbayang-bayang, kemarin banyak sekali teman-teman dan keluarga yang menyampaikan doa, semangat, motivasi, kabar gembira baik secara langsung maupun lewat chatt. Banyak yang bercerita tentang ayahnya, saudaranya, tetangganya, kenalannya dll bisa sembuh total walau mengidap kanker kolorektal stadium 4. Ada juga yang menyampaikan bahwa ayahnya, saudaranya, temannya, tetangganya dipasang lubang stoma di perut setelah operasi usus besar hanya sementara dan it's ok, bukan hal yang perlu dikhawatirkan. 


Kemarin, aku masih bisa membaca mushaf, mendengarkan murathal lewat HP, video call sama anak-anak ketika gundah dan mental drop. Kemarin, aku bisa mengeluhkan apa yang sedang menjadi kegundahan hatiku, kesakitanku, dll kepada teman/keluarga dengan mudah. Sekarang, aku tidak lagi pegang HP, tidak lagi boleh bawa barang2 dari luar ruangan termasuk mushaf. Pun tidak ada satupun yang kukenal di sini… 


Rasanya, semua nasihat, motivasi, kabar gembira, kasih sayang dan perhatian yang keluarga n teman-teman tunjukkan ke aku itu tidak berarti apa-apa kalau aku 'tidak menerima'. Mau dikasih contoh keberhasilan seperti apapun, kabar gembira dari Al Qur'an sekalipun, tidak akan bisa memperbaiki perasaan gundahku kecuali aku menerima. 


Ini semua tentang penerimaan, keikhlasan, keridhoan. Ini tentang aku dan Allah. Orang-orang disekitar ku bersifat mensupport, dan itu gak akan berarti apa-apa kalau aku tidak ada penerimaan. 


Menyadari hal itu, aku rasa aku sombong sekali. Bukankah sudah Allah sampaikan bahwa boleh jadi aku tidak menyukai sesuatu sedangkan itu baik bagiku dan boleh jadi aku menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagiku? 

Apakah Allah pernah mengecewakanku dalam ketetapanNya? Tidak sama sekali! 


Dari buku yang kubaca, hakikat sabarnya orang sakit itu, tidak mengeluh pada manusia. Cukup dengan Allah saja. Dan aku tau, kala itu ketika tidak lagi ada HP, mushaf, teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang kukenal, tapi Ada Allah. Karena Allah itu dekat dalam doa.


Kalian tau? Ada kejadian besar yang ini akan aku ceritakan dan kusebarluaskan seumur hidupku selua-luas yang mampu kusebarkan, tanda keMahaKuasaan Allah.


Malam sebelum operasi, para tim dokter berdatangan untuk meminta tanda tangan inform consent. Karena ini tindakan operasi besar dengan resiko besar juga, maka dokter wajib meminta tanda tangan consent dan memberi edukasi seputar resiko-resiko yang bisa terjadi. 

Selama ini, satu hal yang bikin aku gak siap operasi adalah jikalau aku bangun dengan kondisi tidak ideal seperti yang kumau, gimana? Aku selalu meminta untuk ususnya disambung langsung, aku takut kalau nanti merepotkan/mengganggu banyak orang dengan adanya stoma diperutku. Aku khawatir tentang bagaimana menjaga kesucianku dalan beribadah. Aku masih terus berusaha bagaimana caranya biar gak dikolostomi? Maka malam itu aku tanya sama tim dokter bedahnya: dokter, mungkin gak sih langsung disambung tanpa kolostomi? 

"Kecil sih kemungkinannya". Yasudah sampai disitu, rasanya aku tidak punya pilihan lain selain menerima kondisi apapun yang akan kuterima pasca operasi nanti. 


Paginya, di ruang operasi, aku mantapkan hatiku sekali lagi dengan berucap: Ya Allah, aku ridho akan segala ketetapanMu, aku percaya akan ketetapan terbaikMu atas aku. Apapun ketetapan yang akan Kau berikan untukku nanti setelah operasi ini, aku yakin itu yang terbaik untukku, maka aku mohon, berikan aku kemudahan dan pertolongan dalam menjalaninya. Ya Allah, aku datang menemui ahli, mencari obat, untuk mempertahankan nyawa. Para ahli bilang bahwa kecil kemungkinan langsung disambung, tapi sekecil apapun kemungkinannya itu, tidak ada yang tidak mungkin bagiMu wahai Allah yang Maha Kuasa. Berilah kemudahan para dokter ini untuk menolongku. Berikan aku ketetapan dan takdir yang baik. 


Operasi dimulai pukul 7.15 dan aku Allah bangunkan dengan mendengar suara adzan yang sayup-sayup kulihat sepertinya jarum panjang di angka 7 jarum pendek di angka 12. Sepertinya adzan dhuhur. Aku bertekad untuk tidak mau dengar apapun dulu soal hasil operasi. Tapi ketika di ruangan, tante bilang: lho ini stomanya mana? Langsung disambung to? Gak jadi pakai stoma? 


Allahu Akbar!! Sungguh, Allah itu dekat. 


Dan Rabbmu berfirman:“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. [Al-Mu’min/Ghafir/40: 60].


Lihat! Benar adanya tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jika untuk hal seremeh tali sandal aja kita bisa minta sama Allah, apalagi untuk hal-hal besar. Maka jangan ragu untuk meminta, teruuus meminta sama Allah. Karena Allah suka jika kita mintai, Allah suka kalau dibutuhkan. Untuk setiap urusan kita. Baik kecil, maupun yang besar sekalipun. 


Wallahu a'lam bisshowab. 

Saya sertakan link kajian Ustadz Budi Azhari tentang Pinta ya

Berikut linknya:

Pinta by Ustadz Budi Azhari

Friday, May 5, 2023

FAQ: Ibun Sakit Apa??

Yogyakarta, 2 Mei 2023


Bismillahirrahmanirrahim, 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". Al-Baqara: 286


1. Ibun sakit apa? 

Qodarullah, di usia 35 menginjak 36 tahun ini aku kena kanker kolon stadium IV

2. Awalnya gimana? 

Awalnya dikira wasir karena keluar darah di feses. Tapi ketika tanya ke temen-temen yang kena wasir juga, kayaknya beda deh. Kalau wasir katanya darahnya cenderung encer kan? Ngocor/netes gitu ya katanya? Nah ini lebih ke lendir. 

Memang waktu hamil Rasyid trimester 3 kemarin, sempet keluar gumpalan darah kayak jely gitu. Dibawa ke klinik dikasih obat wasir. Tapi cuma sekali habis itu udah gak muncul lagi. Pas baru habis melahirkan Rasyid, sekitar Oktober muncul lendir di feses. Mules banget tapi gak seberapa keluar nya, bolbal ke toilet. Itu masih belum terlalu worry. November/Desember kayaknya mulai muncul darah. Bentuknya lendir yg nempel di feses. Mules hebat dan sering. 

Memutuskan buat ke dokter penyakit dalam dr. Agus Widiyatmoko dikasih obat wasir plus disuruh cek feses. Obat wasirnya gak ngefek, masih sama kayak kondisi awal selalu ada lendir tiap kali BAB. Trus hasil lab keluar di Januari, masih males-malesan mau kontrol. karena badan berasa biasa aja. Takut diminta operasi wasir.

Trus pas ke rumah temen suami, yang istrinya lagi ambil spesialis penyakit dalam, iseng ngobrol, sambil liatin hasil lab. Pas liat hasil lab kok benzidine +, dia saranin kolonoskopi. Wadaw.. Kok syerem. Trus dia kasih beberapa insight soal kolonoskopi sekalian kasih rekomendasi dokter yg bagus. Bunch of thanks to dr. Dila.

Setelah itu coba daftar poli penyakit dalam Sardjito buat periksa dr. Neneng SpPD(K) GEH. Beliau spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatology, eh qodarullah kok kecelik. Pas dtg pas dokternya udah pulang, yasudah akhirnya besoknya memutuskan untuk balik ke dokter Agus Widyatmoko dulu aja karna kalau nunggu jadwal dr. Neneng masih harus nunggu pekan depan nya. 

Waktu ke dokter Agus W, beliau bilang benzidine + itu ada 2 kemungkinannya, kalau gak colitis ulcerative (penyakit auto imune) ya colon cancer. Beliau mencoba menjelaskan tentang colitis ulcerative. Pas mau beranjak pulang, beliau tanya: eh tapi keluarga gak ada yang kena Ca kan? Ada dok, jawabku. Tante dan pakdhe ada Ca. Tante Sarkoma, pakdhe Ca colon. Lalu dokter Agus bilang, ok kalau gitu saya rujuk ke sardjito ya untuk kolonoskopi. 

Duh, makin deg2an, singkat cerita akhirnya kita cari rujukan dari faskes 1 buat kolonoskopi di Sardjito dan menjadwalkan konsultasi dokter Neneng sekaligus kolonoskopi. 

Masih ketawa ketiwi tuh waktu mau kolonoskopi. pas udah kolonoskopi, baru masuk 15cm kameranya, udah gak bisa naik lagi. Ada sumbatan massa di usus. Udah lah sampai situ pikiranku idah kemana-mana. Terlebih ketika yang dipanggil sama dokter: keluarga ibu Heny. Aku gak boleh ikut masuk. Jadi makin yakin ada sesuatu yg serius. 

Sampai rumah barulah kami tangisan berdua, suami menyampaikan bahwa diagnosa dokter ada adeno carsinoma di usus besarku. Tapi untuk kepastiannya nunggu hasil lab dulu. 10 hari nunggu hasil lab, lalu tegak diagnosa kanker kolorektal dan aku dirujuk ke dokter bedah digestive. Dokter Agus Barmawi namanya, dokter nyentrik yang cukup bisa bikin mentalku ups and down kayak roller coaster. Beliau spesialis bedah konsultan bedah digestive. 

Jelaslah harus dibedah ya kalau ke dokter bedah. Lalu menjalani serangkaian pemeriksaan yang oanjang, dari mulai Cek darah, CT Scan abdomen, rontgen thorax, cek jantung preoperative, anestesi dll. Disini ketauan aku punya WPW syndrome juga. Subhanallah.. Proses preoperative ini praktis memakan waktu sekitar 1 bulan. Tiba akhirnya waktu operasi dan sekarang alhamdulillah sudah terlewati, sedang pemulihan sebelum lanjut kemoterapi. 

3. Apa gejala Ca colon? 

  • Lendir darah di feses terus menerus
  • Ukuran feses mengecil
  • BB turun terus

Awalnya kupikir BBku turun karena lagi menyusui, ternyata bablas terus sampai 36.

4. Apa pemicu Ca colon? 

Genetik kata dokter. Tapi gak bisa dibilang pasti kena ya, cuma kalau ada potensi genetik, resikonya lebih tinggi. 

Waktu kutanya, triggernya apa? Apakah gaya hidup? Dokter tidak setuju. Karena gaya hidup itu sesuatu yg tidak terukur. Darimana aku dapat? Pakdhe Ca colon, tante kena sarkoma fibro mamae, nenekku kena kanker tulang. 

5. Gimana rasanya kolonoskopi? 

Biasa aja sih. Serem di bayangan aja. Tapi biasa aja kok, swear. Cuma disuruh ganti baju pakai disposable clothes yang ada lubang bagian belakangnya. Tiduran miring, di depan kita ada monitor. Kamera masuk dubur. Dah bisa lihat di situ. Ribet di persiapan sebelum kolonoskopi aja. Harus makan bubur kecap sehari sebelumnya, lalu malamnya musti minum obat urus-urus. 

6. Anak-anak gimana selama ditinggal opname? 

Sama kakung utinya. Alhamdulillah bapak ibuku+bapak ibu mertua sudah pensiun dan masih kuat jadi bisa nitip handle anak-anak. 

7. Reaksi anak-anak gimana ketika tau? 

Mereka unfamiliar sama kanker jadi ya awalnya sih biasa aja pas tau kalau ibunya kena kanker. Cuma pas tau kalau ibunya selalu nangis tiap menceritakan masalah ini, mereka sepertinya mulai menyadari kalau itu bukan hal biasa. Ayyubi selalu mendekat, ambilin tissu, atau sekedar nengokin liat mata ibunya ketika bercerita. Setiap hari juga kami ajak ngobrol. Aku tau penyakit ini beresiko besar ke kematian jadi aku ya sekalian banyak wasiat ke anak-anak. 

Paling mengharukan ketika mau berangkat opname dan anak-anak dibawa ke rumah utinya di Wonosobo. Haidar bilang: ibun, kalau nanti Allah berkehendak, kita ketemu lagi ibun udah sehat ya. Kalau Allah tidak berkehendak, insyaallah kita ketemu di surga ya

Sedangkan Ayyubi sibuk nyiapin hadiah buat menyambut kepulangan ibunya dari RS. MaasyaAllah maasyaAllah. 

8. Gimana perasaanmu ketika tau? 

Duuhh panjang ini.. Nanti bikin sesi sendiri aja. 

9. Rasyid gimana kan masih ASI? 

Ya, Rasyid umur 7 bulan sekarang. Alhamdulillah sudah lulus ASI Ekslusif. Waktu sudah tegak diagnosa Ca, dokter sebenernya minta sapih aja karena tubuhku pun butuh nutrisi, jangan dibagi sama ASI. Tapi aku sekeras kepala itu memang, kalau ASIku belum sampai membahayakan anakku aku bakal tetep menyusui. Lalu aku konsul dokter gizi, kalau aku dengan Ca, tapi tetep menyusui bagaimana pola dietku? Akhirnya kami susun menu diet harian. Dan Rasyid masih dbf sampai tanggal 25 April pagi. Pas mau berangkat ke RS. Alhamdulillah Rasyid bisa dbf sampai 7 bulan. Tapi memang Setelah tau aku kena Ca, aku menyadari bahwa proses pengobatan mungkin akan panjang dan membutuhkan back-up di beberapa bagian hidupku. Aku gak bisa lagi idealis. Aku mengikhlaskan Rasyid minum sufor. Karena akan ada beberapa obat yang masuk tubuhku berpengaruh ke ASI. 

10. Apa yang dirasakan? 

Perut sakit gak? Enggak. Mules2 aja kadang. Asal masih bisa keluar, lega aja sih. Memang secara fisik tidak terlalu kelihatan kalau aku sakit. Karena mostly aku masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya saja jadi gampang lemes karena kurus dan kurang nutrisi. Mungkin beberapa tidak menyadari kalau aku sakit. Sempat takut makan karena merasa nanti jangan-jangan justru memperparah kondisi Ca nya. Lalu aku coba nemuin dokter gizi buat konsultasi apa yang boleh dan gak boleh dimakan berdasarkan data2 yang sudah ada. Fix saya malnutrisi. Dan karena akan dijadwalkan operasi maka status gizi ku menjadi perhatian penting. Bersama dokter gizi kami membuat perencanaan diet tinggi kalori protein, dengan makan utama 3x sehari double protein dan snack 2x sehari tinggi kalori, plus ditambah suplemen penambah kalori protein seperti nutrican, peptisol dan nutrishake. 

Cuma kadang-kadang kalau imannya lagi turun, overthinking nya kambuh jadi males makan, efeknya lemes, BB turun, BAB gak bagus. 

11. Kok gak cerita dari kemarin-kemarin sih? 

Nah ini, ketika pertama kali kami menerima soal ujian dari Allah ini, kami rasa kami butuh berpegangan erat, kami butuh menguat dulu dari dalam. Banyaknya orang yang tau kadang mendatangkan banyak intervensi juga yang bikin kami bisa goyah, bingung, dll. Makanya kami mencoba menguat dulu dari dalam, ketika sudah mantap dan siap share keluar baru kami kabarkan sekaligus meminta doa. Jazakumullahu khoir ya teman2 dan keluarga sudah membantu melangitkan doa.

Ketika menceritakan hal yang sama berulang-ulang, sempat membuat saya overwhelmed. Kewalahan dengan fluktuasi emosional saya sendiri. Akhirnya kami memutuskan untuk membatasi kalangan yang tau di awal2. Mohon maaf ya semoga teman2 dan keluarga berkenan

12. Kenapa memilih operasi? Kan banyak alternatif lain yang sembuh tanpa operasi? 

Banyak juga yang menyarankan ini itu, tapi dari awal kami menerima soal ujian ini, kami sepakat untuk menggunakan jalur medis karena lebih terukur. Dengan tanpa mengesampingkan jalur lain seperti herbal/PAZ asal tidak saling bertentangan. Herbal membantu sekali dalam boosting imun, dan PAZ buatku bikin badan lebih enteng dan memperbaiki rangka tubuh. 

Bukan, bukan berarti alternatif lain yg tidak kami pakai itu gak bagus, sama sekali bukan. Gakpapa, sah sah aja kalau teman2 atau saudara2 ada yg pakai metode lain, tapi satu yang kita setujui bersama ya bahwa kesembuhan itu kan datangnya dari Allah, ikhtiar kita pun tidak menjaminkan kesembuhan. Rahmat Allah saja yang bisa kita harapkan. Jadi ini cuma soal kemantapan hati dalam memilih. Dan kami memilih jalur medis. 

Wallahu a'lam bisshowab, 

Yaa hayyu yaa qoyyum birohmatika astaghits, aslihli sya'ni kullahu wa laataqilni illa nafsi thorfata'ain

Friday, October 18, 2019

Sibling rivalry vs sibling harmony

Talk about sibling rivalry, Itu adalah pekerjaan panjang dan gak mudah kan ya buibu. Saya termasuk salah satu pejuangnya. Sebagai anak pertama yang punya adek dan adeknya merasa: bapak ibu lebih sayang sama mbak/mas daripada sama aku. Bapak ibu selalu memperlakukan beda, mbak boleh kalau aku enggak. Dan sebagainya. Adalah drama yang insyaallah sudah pernah terlewati dan sudah berakhir ya adek2 tercinta @nunky Rizka dan @violeta. Kita sekarang sudah paham bahwa ortu kita sudah sangat berusaha menjadi ortu seadil mungkin, jikalau keterimanya di kita ternyata berbeda insyaallah sekarang sudah bisa memahami ya bahwa itu sama sekali bukan niat mereka. Setelah menjadi ortu, kita jadi paham seperti apa rasanya. Tapi ketika menjadi anak, memang rasanya susah sekali mengerti. 

Dari kejadian-kejadian seperti ini, sejak tahu bahwa saya hamil anak kedua, saya banyak sekali belajar dan mempersiapkan diri untuk menjadi ortu dua anak. Bagaimana menyikapi kecemburuan kakak/adek dan bagaimana memenuhi kebutuhan keduanya tanpa ada yang merasa dikesampingkan. 

MaasyaAllaah atas pertolongan Allaah, Saya termasuk ortu yang tidak terlalu bekerja keras dalam menghadapi sibling rivalry di masa egosentris ini. Berikut saya rangkumkan beberapa tips yang saya lakukan dan masalah yang saya hadapi ya:
  1. Perkenalkan kakak akan kehadiran calon adeknya. Memberitahu kakak bahwa sedang ada calon adek di perut ibunya merupakan salah satu cara mengenalkan adek ke kakaknya. Melibatkan kakak dalam setiap excitement pertumbuhan calon adeknya, seperti ketika adeknya menendang di perut, mengajak ngobrol adeknya, memberitahu adek bahwa kakak bisa melakukan sesuatu, mengajak kakak periksa ke dokter dan melihat USG.
  2. Tidak menjadikan adeknya sebagai alasan untuk tidak menggendong. Memiliki anak berjarak dekat memang tantangan besar ya. Misal ketika kakak masih ada pada masa2 minta gendong, ibunya sedang hamil besar, maka kalau memang kuat dan bisa, gendonglah kakak sejauh itu tidak membahayakan. Jangan sampai penolakan itu hanya karna sekedar menghindari rasa males atau capek aja. Tapi ketika memang kondisi tidak memungkinkan, tawarkan sentuhan lain, misal pelukan? Pijatan? But please don't say: ibu gak bisa gendong karna ada adek bayi di perut ibu, kasihan nanti adek bayinya kegencet gimana? Are you sure adek bayi akan benar2 kegencet? Insyaallah dia aman kok mom di dalam kantong rahim, itu kondisi paling aman dia di dalam sana dari benturan dan semacamnya. Membahayakan ibunya mungkin justru lebih masuk akal ya, jadi boleh lah bilang: ibu sedang sakit pinggang belakang ini kak, maafkan ibu sedang tidak bisa menggendong, kalau kakak capek, ibu pijit aja gimana? Kakak pengen peluk ya? Sini ibu peluk sambil duduk ya...bisa sekalian peluk adek bayiii...
  3. Ketika ibu melahirkan, mintalah support system until membantu. Thanks Tante Vita yang udah ngajak kakak jalan2 ke bawah ketika merengek minta masuk ke ruang bersalin. Dan terimakasih bapak ibu mertua yang menghandle si kakak secara penuh ketika ibunya, abinya dan Kakung itunya yang lain gak bisa bantu handle karna Tante Kiki pun sama2 sedang melahirkan.
  4. Jangan memisahkan kakak dengan adek barunya sekalipun ada support sistem dan ibunya rempong. Hadapi kerempongan mu Mak. Menitipkan kakak ke ortu/mertua bukan pilihan yang bijak menurut saya. Sekalipun ada yang bisa handle, tapi kakak adek ini haruslah juga membangun cinta. Berkenalan satu sama lain, saling menyentuh, saling memandang, saling mendengar, saling bicara. Dengan berkegiatan bersama pasti akan tumbuh benih-benih cinta.
  5. Positif thinking. Stop thinking that your bigger son will harm his brother. Fitrah anak2 itu baik. So don't say: jangan nakalin adeknya ya ,Jangan culek matanya dong.  Kalau saya amati, dia cuma excited, sama seperti kita. Hanya saja dia belum tau caranya menyentuh dengan lembut, belum tau batasannya kalau begini menyakiti dan lainnya. Untuk itu, kasih tau lah. Kakak pengen sayang2 adek ya? Gini nih sayangnya, adek seneng ya kalau disayang begini sama kakak? Boleh sih pakai kata jangan tapi usahakan dengan penjelasan. Kalau saya menghindari memperkenalkan kosakata judgmental, Misal nakal, culek, pukul, cakar. Apa iya dia berniat menyakiti adeknya? I'm not sure lho. Hargai usahanya untuk menyenangkan adeknya/ibunya. Kalau melakukan hal yang bahaya gimana? Misalnya lompat2 di dekat adeknya yang lagi tidur? Memang harus responsif sih kalau ini. Mungkinkah dia pengen menghibur adeknya? Ataukah mau caper sama ibunya? Kalau mau caper sama ibunya, artinya ibu harus ngajak dia main. Tapi kalau mau menghibur adeknya, ajak main juga dengan cara yang lebih aman. Alihkan kegiatan lompat2 itu dengan mengayun2kan adeknya di bouncher misalnya. Lalu bagaimana kalau pas tidak dipengawasan kita? Misalnya waktu ditinggal mandi? Kalau saya memang selalu mandi kalau pas ada yang datang. Jadi suka aji mumpung kalau bintik datang ke rumah. Atau poop yang tak terelakkan, ya nitip ke tantenya atau kasih kakaknya kesibukan. Rempong ya? Iya memang, tapi berbuah manis insyaallah. Ini kasus kalau terjadi pas suami kerj Aya buibu. Kalau pas ada suami sih semua kerempongan itu sirna seketika. Point' positif thinking ini agak sulit memang karna masih sering keceplosan. But there's nothing impossible.
  6. Utamakan sang kakak. Ini teori kebanyakan yang memang bener banget. Si adek kan butuhnya baru basic need ya, nenen mandi pipis poop. Jadi selain itu masih banyak tidur, solo manfaatkan waktu buat main sama kakak. Trus kalau pas nenenin adeknya kakaknya minta main? Biasanya dia merasa excited juga lho kalau liat adeknya nenen, perilaku nenen adeknya, tangannya, pegang2 kakinya, lihat caranya ngenyot, tanda kalau adeknya udah kenyang, minta tolong gelitikin kakinya adeknya kalau adeknya ketiduran padahal nenennya belum kosong, dll itu digambarkan dan diceritakan aja sambil cerita kakak dulu juga nenen, begini perilakunya. Dibikin seru aja.
  7. Lalu kalau adeknya udah mulai gede dan mulai gak bisa dicuekin, gimana? Ini aku bicara cara ibu menangani ya, kalau pas gak ada ayah. Jadi kalau ada ayahnya, beres semua urusan. Bisa berbagi peran seperti misal kalau mau tidur, makan, mandi, si kakak kan masih butuh bantuan ya secara waktu itu kakak umur 2 tahun 2 bulan ketika adeknya lahir. Tapi kalau pas sendirian di rumah kan PR banget nih. Nah caranya adalah menempatkan kakak sebagai role model buat adeknya. Kakak tuh udah pasti deh kayaknya punya jiwa ingin mengajari kan ya, biarkan dia tunjukkan caranya dia. Kalau adeknya punya cara lain, kita ajarkan ke adeknya untuk melihat cara kakak dulu dan beri kesempatan adeknya nanti untuk memberi tahu caranya dia sendiri dan saling memahami satu sama lain. Weits...terdengar bijak dan gampang banget ya. Preeeet. Nyatanya susah meeen. Si kakak pasti akan bersikeras memakai caranya dan akan ngamuk kalau adeknya tidak melakukan hal yang sama dan adeknya bersikeras untuk melakukan dengan caranya sendiri. Kalau dibiarkan, Saya sempat khawatir kalau adeknya merasa terintimidasi dan merasa tidak merdeka, tapi kalau distop saya juga khawatir kalau kakaknya jadi ciut hatinya dan merasa kita memihak. So gimana kalau udah gitu? Gini dialognya: adek, kita lihat caranya kakak dulu yuk, nanti adek kasih lihat caranya adek ya...ini sekalian ngajarin adeknya menghormati kakaknya yang lebih tua. Dan ketika sang adek menunjukkan caranya yang lain: sekarang giliran adek, kalau adek gimana caranya? Waaaah ternyata begitu juga bisa ya? Dan ini diulang2 terus. Gak cuma sekali tapi mungkin bahkan sampai ratusan kali sampai akhirnya bisa saling menerima cara masing2
  8. Pembagian barang yang jelas. Punya dua balita di dalam satu rumah itu nano nano rasanya Mak. Dua2nya akan bertemu pada satu masa egosentris yang berbarengan. Apakah artinya harus diberikan hal yang satu satu sendiri2? Jawabannya, Tidak selalu. Kadang satu barang yang dipakai bersama itu bisa mengajarkan anak untuk berinteraksi sosial. Yang penting jelas pembagiannya. Mana barang kakak, mana barang adek, mana barang bersama2. Dan ketika kakak mau memakai punya adek, harus ijin, begitu juga sebaliknya. Kalau gak diijinkan, sarana belajar untuk bersabar, antri dan menahan keinginan. Beraaaaat, tapi seru.
  9. Bagaimana jika terjadi kecemburuan? Sebenernya ini hampir tidak mungkin dihindari sih. Kami pun mengalaminya, dan yang kami lakukan adalah re-bonding. Ini sangat butuh kekompakan dan kerjasama dengan suami. Saya dan suami mengatur waktu agar bisa kencan berdua dengan anak2 kami. Satu hari saya sama si kakak ngedate, suami dengan si adek. Dan di hari lain, tukeran. Dan ini menurut kami sangat efektif. Ketika mulai ada tanda2 kecemburuan, berkencanlah. Main seru2an bareng, berdua aja. Penuhi tangki cinta mereka.
  10. Berusaha seadil mungkin. Adil itu tidak harus sama, menurut saya adil itu sesuai kebutuhan. Misal nih, kakaknya pengen beli mainan yang harganya 100rb. Terus adeknya pengen beli mainan juga yang ternyata pas dia milih sendiri, dia milih yang harganya 30rb. Coba tawarkan mainan lain yang harganya senilai, tapi kalau memang dianya gak mau ya gakpapa. Karena itu pilihan masing2. 
Alhamdulillah sejauh ini, mereka bisa menghargai perbedaan cara dan pilihan satu sama lain. Tapi pekerjaan ini masih belum selesai.  Issue sibling rivalry masih tetap membayangi, jadi singsingkan lengan, kencangkan ikat pinggang dan terus semangat! 

Sekali lagi ini cara saya dalam menghadapi anak2 saya, tapi setiap anak itu unik. Saya percaya setiap ibu sudah dibekali dengan insting keibuan dengan kemampuan membaca keunikah anak2nya masing2. Jadi jika ada yang merasa sesuai dengan cara saya silakan diterapkan jikalau tidak, janganlah dijadikan panduan.

Tidak ada ibu yang tidak sempurna di dunia ini. Semua ibu adalah ibu terbaik buat anak2nya.
Semua atas ijin dan pertolongan Allaah. Semangat ya Mak...jangan lupa tetep berdoa minta kepada Allaah agar diberi kemudahan. Yuk berpelukan. 

#spiritfajrfamily
#thekurniasstory
#nurturingfamily
Kamphaeng Saen, Thailand Oktober 2019

Monday, March 4, 2019

When trending on social media encourage you to write

Pardon,,
Nyempil bentar ya...

Talk about Maudy Ayunda



Lagi rame banget kan ya Maudy Ayunda yang habis lulus Oxford di jurusan favorit udah langsung ketrima di Harvard sama Stanford sekaligus!
It's like to tell you, kamu mau sombong? Udah kayak Maudy belom?? Hahahaha

Nah kutergerak untuk visiting her pages. And I get a lot of words to my sons! Nah Kan baru gitu aja udah ketularan nginggris wkwkwkwk

Jadi to be a successful person, there are so many things you can do but the point is, KAMU HARUS TAU DAN YAKIN APA YANG INGIN KAMU CAPAI DAN APA YANG HARUS KAMU LAKUKAN UNTUK MENCAPAINYA. Point' out your dreams, and break it down to be a small one that will bring you to a bigger dreams. tau dulu maunya apa. Lalu lakukan dengan serius. Ini soal mindset ya. Jadi benerin dulu mindsetnya. Kalau punya keinginan dan mimpi, tulis dan jangan berfikir bahwa itu impossible. Cause in every impossible things there always be a possible way!

Beberapa hal yang mungkin bisa mendukung pencapaian sukses itu misalnya: 
  1. membuat diri selalu dikelilingi orang2 yang high energy, berteman dengan orang2 yang selalu bertumbuh, having some conversation with smart people etc. Mungkin itu akan bisa keeps you on your dream path. Ini penting karena dalam proses pencapaian mimpi sukses itu kan pasti ada masa2 low energy ya. Jadi keep on connecting with people! But sometimes butuh juga sih deeply looking inside yourself, talking and listening to your heart what really you need. Jadi intinya point ini adalah: SUROUNDED BY PEOPLE ya. Nah how the way to get those people ini mungkin bisa dapet dari point' 2
  2. Ok, number two is you need to join some community that bring you to meet many people. Ini mungkin seperti sekolah, course, or joining some foundation kali ya. Dan ini yang harus diseriusi. Jangan ragu. Bukan masalah sekolah ditempat favoritnya banyak orang yang mahal dan banyak programnya atau joining a lot of class sih ya. Ya bisa siiih ini mendukung juga. Buktinya yang sekolah di Oxford, Harvard, dan Stanford udah pasti punya pemikiran dan intelegensi yang tinggi kan? Dan sekolah2 macam itu sudah pasti punya habit lecturing yang beda dong ya sama yang biasa2 aja. Itu totally make them so outstanding. So jangan ragu juga deh buat bisa pilih sekolah yang kredible. Tapi yang terpenting adalah harus pinter milih kelas, sekolah atau komunitas yang bisa connecting you to your dream. I mean orang2 atau lesson learn di dalamnya harus satu pathway sama pemikiran kita. Karena yang terpenting di usia ini mungkin lebih ke apa yang bisa dipelajari kan ya. So if you have a lot of money, you can join anything you think you need like sekolah di international school, cause you know money can buy a lot of things. But if you're not, don't think about money, just do it. You can grab it by your way! ALLAAH Maha Kaya!!
  3. Next, passionate? Mungkin ini yang paling penting ya. Passionate dulu. Dan untuk tau am I able to do it? Am I really want to do it? Am I passionate about it? You must try much things first. Ya gimana kita bisa tau suka gambar atau enggak kalau belum cobain menggambar kan ya. So don't hesitate, just try and try. Kalau dalam perjalanan menemukan passion itu kamu Bosenan, Gonta ganti bidang, I think, it's ok till you find something you know you really want to do.
  4. Terakhir, kamu tau apa yang kamu lakukan. As simple as it!



Dan, kesuksesan itu bukan diraih dengan ijazah. Kalau kamu kebetulan sekolah ditempat favorit dan sempat lulus beberapa degree, lalu kamu sukses di jalanmu, aku yakin kamu sukses karena kamu tau  bagaimana cara belajar dan kamu mempelajari banyak hal di sana. Bukan karena ijazahmu saja. Ok,so keep on growing dan selamat berbahagia menyambut suksesmu!

Khampaeng saen
2019

Tuesday, February 5, 2019

New beginning life jurney

Never imagine before part #3

Kamphaeng Saen, 6th February 2019
Day 17

Thailand was never in my List!!

Seperti Jogja, Thailand tidak pernah masuk daftar tempat tinggal. Tapi sungguh, nikmat Allah yang mana lagi yang kau dustakan?

Pernah ke sini 7 tahun yang lalu dan tak pernah terbersit bakalan ke sini lagi. Waktu itu sih niatnya cuma jalan2 berkedok study banding.

Hello Kasetsart University! We meet again, in different way, at different place, on different jurney with different people but still with me!
Let's see what can we play together?

Waktu itu awal Agustus, lupa tanggal berapa tepatnya. Si mamas bilang: Bun ada kabar baik dan kabar buruk, mau yang mana dulu?
Kujawab: mana aja yang menurut mamas gak bikin aku jantungan. Lalu dia bercerita bahwa Kasetsart University setuju untuk mengeluarkan LOA dan kampus tempat dia kerja bersedia membiayainya. Alhamdulillah! What a great news!!
Great news nya adalah akhirnya suami aku menentukan mau kemana dan ada yang bayarin!! Itu paling penting dong buat emak2 pencari gratisan. Karena selama ini daftar sana sini dari ujung Eropa sampai ujung new Zealand kendalanya cuma: siapa yang mau bayarin? Kampus ok, promotor ok tapi yang bayarin kagak ada. Mundur lah kami. Akhirnya setelah sekian lama menempatkan KU di prioritas yang ke sekian, Alhamdulillah insyaallah memang ini jalannya.

Lalu bad news nya apa? Mamas harus sampai KU tanggal 11. Ok, 11. Eh 11 apa? Agustus!! FIX, HIDUPKU TIDAK PERNAH SEMENANTANG INI SEBELUM JADI ISTRIMU, MAS! Resikoooo banget nih dijodohkan sama lelaki yang suka spontanitas, mendadak dan go with the flow. Tantangan banget sama eike yang apa2 serba direncanakan ditulis kemungkinan2nya dan dipersiapkan tetek-bengek nya… oh my...untung saya gak jantungan bener ini.

Lalu kemudian kami mulai disibukkan dengan segala persiapan. Persiapan buat yang mau berangkat dan buat yang mau ditinggal. And when the day come, bersyukur banget mertua bisa Dateng buat nganter ke bandara. Kalau enggak, entahlah gimana aku handle diri sendiri. Anak2 sih kayaknya akan baik2 saja di bandara karena udah sering nganter ke bandara kalau pas ditinggal DL. Dan sepertinya mereka pun masih belum paham betul durasi lama yang kami maksud itu sepanjang apa waktunya. But me? I just can hold my breath for a while, and recalling his words: I know you can! But it's draining when I hear your plane was taking off. Padahal ya belum tentu pesawat dia juga yang berangkat...hahahaha. setidaknya ada yang handle anak2 ketika kuterlarut dalam sepi, heleh.

Waktu itu yang kupikirkan adalah: aku di sini banyak temen banyak sodara, buanyaaaak tempat escape yang aku udah paham betul medannya. Lha dia, dia harus berjuang dari nol daaan sendirian Bray! Ok sooo kita sedang berjuang bersama2 ya. Dan drama pun dimulai.

Masa2 paling berat adalah bulan2 pertama sih. Selebihnya udah mulai Nemu polanya dan mulai bisa enjoying the day. Udah sampai di sini dulu ah. Cerita drama LDM akan ditulis di blog selanjutnya ya, mangke Ndak muntah2 nek kekathahen. Ini aja udah kepanjangan. Hehehe. Pardon!

See you at Drama LDM

Wednesday, November 21, 2018

Sekilas tentang: Dasar-dasar proses pemasakan bahan Pangan

Sekilas tentang:
Dasar-dasar proses pemasakan bahan Pangan

Diberikan pada kuliah WhatsApp untuk grup Memasak sehat dan zerowaste
Oleh: Heny Ratri Estiningtyas
Halo bundas sekalian…
assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Baca judulnya kayaknya serius banget ya...kayak diktat mata kuliah gitu...hehehe. tapi kita akan ngobrol santai aja kok ini tentang sekilas dasar-dasar pengolahan pangan…
Kita akan saling sharing ya kalau ada ilmu yang saya tau insyaallah akan saya bagi kalau ada yang bunda-bunda sekalian tau, silakan dibagi yaaa.

Kenapa saya bilang sekilas tentang dasar-dasar pemasakan bahan pangan? Kok pakai kata sekilas ya? Iya, karena kalau mau bahas full tentang dasar-dasar pengolahan pangan nanti akan jadi perkuliahan yang panjaaaaaang. Bisa beneran jadi 1 diktat tuh. Dan kenapa spesifik ke pemasakan saja kenapa gak pengolahan pangan? Karena pengolahan pangan itu luas sekali dan insyaAllaah kita akan cukupkan dulu pembahasan seputar pemasakan. Kalau nanti diinginkan untuk membahas proses pengolahan pangan lainnya insyaallah di sesi terpisah ya...karna lumayan tuh ada proses pendinginan, pembekuan, pengeringan, fermentasi, pengawetan, powdering, endebre2..endebre2...
Tapi kita akan berangkat dari ibunya pemasakan dulu, yaitu pengolahan.
Apa sih pengolahan pangan itu?
Pengolahan bahan pangan merupakan pengubahan bentuk asli ke dalam bentuk yang mendekati  bentuk untuk dapat segera dimakan. Salah satu proses pengolahan bahan pangan adalah menggunakan pemanasan. Pengolahan pangan dengan menggunakan pemanasan dikenal dengan proses pemasakan yaitu proses pemanasan bahan pangan dengan suhu 100⁰ C atau lebih dengan tujuan utama adalah memperoleh rasa yang lebih enak, aroma yang lebih baik,  tekstur yang lebih lunak, untuk membunuh mikrobia dan menginaktifkan semua enzim. Dalam banyak hal, proses pemasakan diperlukan sebelum kita mengonsumsi suatu makanan. Artinya ada beberapa proses yang diberlakukan di sini. Apa saja prosesnya? Saya akan bahas yang paling sering ibu-ibu lakukan sehari-hari aja ya..
Pemasakan  dapat dilakukan  dengan perebusan dan pengukusan (boiling  dan steaming pada suhu 100⁰ C), broiling (pemanggangan  daging), baking (pemanggangan roti), roasting (pengsangraian)  dan frying (penggorengan dengan minyak) dengan suhu antara 150⁰  - 300⁰ C. Penggunaan panas dalam proses pemasakan sangat berpengaruh pada nilai gizi bahan pangan tersebut.
Proses pengolahan basah
1. Perebusan
Perebusan dapat menurunkan nilai gizi karena bahan pangan yang langsung terkena air rebusan akan menurunkan zat gizi terutama vitamin-vitamin larut air (seperti vitamin B kompleks dan vitamin C) dan juga protein,, sedangkan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K) kurang terpengaruh.

2. Pengukusan
Pengukusan juga akan mengurangi zat gizi, namun tidak sebesar pada proses perebusan. Hanya saja, pemanasan pada proses pengukusan kadang-kadang tidak merata. Bagian tepi tumpukan biasanya mengalami pengukusan berlebihan, sementara bagian tengah kurang.
Untuk produk-produk sayuran, proses perebusan maupun pengukusan sebaiknya dilakukan setengah matang. Hal ini akan membuat sayuran tetap renyah dan mengurangi kerusakan vitamin yang terkandung di dalamnya. Tetapi untuk produk-produk hewani seperti daging atau telur sebaiknya dimasak sampai matang. Karena kondisi setengah matang atau kurang matang akan menimbulkan ancaman keamanan pangan. Telur mentah atau setengah matang misalnya, masih mengandung zat antigizi (avidin) yang menghambat penyerapan vitamin A. Meski sebagian orang menyatakan makanan setengah matang memiliki gizi optimal dan relatif mudah dicerna, namun lebih baik lagi bila kita benar-benar mengonsumsi makanan matang yang sudah bebas kuman penyakit.
Pengukusan juga sering kali dilakukan industri mendahului proses pengalengan bahan makanan. Tujuannya, hanya untuk menonaktifkan enzim, bukan untuk membunuh mikroba. Dalam kondisi enzim tidak aktif, perubahan warna, cita rasa, atau nilai gizi yang tidak dikehendaki selama proses penyimpanan dapat dicegah.

Pengolahan kering (penggorengan dan pemanggangan)
  1. Proses penggorengan
    Di tingkat rumah tangga proses pemasakan dengan menggoreng termasuk paling sering dilakukan. Siapa yang bisa dalam 1 hari gak pakai minyak buat menggoreng??hmm ada yang tau berapa suhu penggorengan? Suhu menggoreng biasanya mencapai 160oC, dan oleh karena itu sebagian zat gizi diperkirakan akan rusak. Secara alamiah beberapa jenis vitamin (B dan C) memang rentan rusak akibat pemanasan. Penggorengan dengan suhu tinggi sehingga makanan menjadi sangat matang memicu terjadinya reaksi browning (pencokelatan) dan akhirnya muncul senyawa amina-amina heterosiklis penyebab kanker. Kerusakan bisa dikurangi dengan cara menggoreng dengan suhu minyak goreng tidak melewati titik asap (suhu pada saat minyak goreng mengeluarkan asap). Hasil gorengan akan maksimal apabila suhu minyak yang digunakan sekitar 110oC–160oC (tergantung jenis minyaknya). Selain penurunan kandungan zat-zat gizi karena rusak, kesalahan teknik menggoreng juga bisa berdampak buruk lainnya. Apabila minyak belum siap menggoreng maka kadang-kadang bahan makanan akan menyerap minyak lebih banyak. Penting diketahui bahwa meski sebagian zat gizi akan rusak selama penggorengan, namun makanan yang digoreng rasanya lebih gurih dan mengandung kalori lebih banyak. Cita rasa makanan gorengan ini sering kali lebih enak dibandingkan dengan makanan rebusan.
  2. Pemanggangan
    Pemanggangan pun bisa menyebabkan susut zat gizi akibat kerusakan zat gizi tersebut. Kerusakan zat gizi dalam bahan makanan yang dipanggang umumnya terkait dengan suhu yang digunakan dan lamanya pemanggangan. Pada roti misalnya, tidak ada susut gizi yang berarti dalam tahap pencampuran adonan, fermentasi, maupun pencetakan. Kulit makanan yang dipanggang dapat mencapai suhu lebih dari 100oC tetapi kulit yang terkena suhu tinggi ini hanya merupakan bagian kecil dari bahan makanan tersebut secara keseluruhan. Pemanggangan roti sampai kulitnya berwarna cokelat akan menurunkan kadar tiamin 17–22%. Roti tawar akan kehilangan tiamin (vitamin B1) lebih sedikit dibandingkan dengan roti berukuran kecil. Hampir semua tiamin akan hilang apabila dalam proses pembuatan roti/kue digunakan bahan kimia seperti dalam pembuatan bolu panggang, cake, atau donat. Hal ini terjadi karena pH meningkat jauh di atas 6 akibat penggunaan soda dalam jumlah banyak.
    Riboflavin (vitamin B2) dan niasin (asam nikotinat) relatif stabil dalam proses pemanggangan. Dilaporkan, susut niasin hanya kurang dari 5%, sementara riboflavin sedikit sekali yang hilang. Hanya saja, dalam proses penggorengan donat dengan minyak susut riboflavin bisa mencapai 23%.
    Pemanggangan berpengaruh pula terhadap asam amino lisin, yang terdapat dalam jumlah terbatas pada produk serealia. Diperkirakan sekitar 15% lisin hilang dalam proses pemanggangan. Penambahan susu skim pada adonan akan dapat mengurangi kehilangan lisin karena kandungan laktosa pada susu yang berfungsi sebagai gula pereduksi.

Khusus pengolahan susu: Pasteurisasi dan sterilisasi
Khusus pada susu, ada proses yang disebut pasteurisasi, yakni proses pemanasan untuk mematikan sebagian organisme. Proses ini biasanya merupakan tahap pengolahan pertama yang harus dilakukan pada produk susu. Karena sebagian organisme masih hidup, maka setelah proses pasteurisasi harus diikuti cara penyimpanan yang tepat, misalnya pendinginan untuk produk susu. Proses pasteurisasi juga sering digunakan dalam industri es krim, minuman berkarbonat, acara timun, sari buah, dsb.

Hampir semua produk yang telah dipasteurisasi mempunyai pH rendah (asam). Produk makanan yang tidak tahan panas umumnya stabil dalam kondisi asam, dengan demikian kondisi asam ini akan mencegah susut gizi yang mungkin terjadi. Susu yang dipasteurisasi akan kehilangan tiamin 10%, vitamin C 10 – 20%, dan vitamin B12 0 – 10%.
Pada susu juga dikenal proses sterilisasi, yaitu perlakuan panas sedemikian rupa sehingga bahan makanan benar-benar bebas dari mikroorganisme hidup (termasuk kuman penyakit). Sterilisasi juga harus diikuti oleh pengemasan yang baik dan pengaturan suhu penyimpanan. Sayangnya, susu yang telah disterilisasi akan kehilangan tiamin 10 – 35%, vitamin C 10 – 50%, dan vitamin B12 20 -30%

Jadi bagaimanapun juga, makanan segar, terutama makanan nabati, tetap lebih baik nilai gizinya. Penyimpanan sebaiknya dilakukan bila memang diperlukan saja. Sementara, pemasakan atau pengolahan dengan panas sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang tidak terlalu besar mempengaruhi kandungan gizi. Kalau menggoreng, dianjurkan jangan sampai terlalu kering (gosong) agar protein yang terkandung di dalamnya tidak rusak. Kalau merebus sayuran sebaiknya cukup sampai setengah matang supaya vitamin/mineral tidak banyak yang larut dalam air.
Demikian pula apabila mengukus sebaiknya sayuran masih tampak hijau agak segar dan kalau digigit pun masih terasa renyah. Dan kalau memanggang sebaiknya makanan (daging) dimasukkan dulu ke dalam microwave selama dua menit supaya agak matang sehingga tidak diperlukan waktu lama untuk memanggang. Pemanggangan terlalu lama kurang baik bagi kesehatan karena menyebabkan munculnya aminia-aminia heterosiklis. Demikianlah, dengan cara memasak apa pun kita bisa memperoleh zat gizi dari makanan secara optimal



References:
1. Winarno  FG. Kimia pangan  dan gizi. Jakarta:  PT. Gramedia Pustaka Utama. 2004.
2. Sumiati  T. Pengaruh pengolahan  terhadap mutu cerna protein  ikan mujair (Tilapia mossambica). Program Studi Gizi  Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian  Institut Pertanian Bogor. 2008.
3. Wardayati  KT. Cara mengurangi susut gizi. http:// intisari-online.com/read/cara-mengurangi-susut gizi.
4. Dian Sundari, et.al. 2015. PENGARUH PROSES PEMASAKAN TERHADAP KOMPOSISI ZAT GIZI BAHAN PANGAN SUMBER PROTEIN. Media Litbangkes, Vol. 25 No. 4, Desember 2015, 235 - 242

Wednesday, November 14, 2018

10. Snapseed



Judul: REVIEW APLIKASI
Oleh Heny Ratri Estiningtyas
Jogjakarta, November 2018

dalam: game level 12 kelas Bunda Sayang Batch 3 Intsitut ibu Profesional
Tema: Keluarga Multimedia
Kelas: Soga Squad (Solo-Jogja)
Fasilitator: Kasihani


🍓Nama Aplikasi: google snapseed
🍓Jenis: photo editor
🍓Genre: art
🍓Penggagas: google inc
🍓Dapat ditemukan di::
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.niksoftware.snapseed


Sebagai makmak boga yang sering masak tapi suka gak pede posting foto masakan, aplikasi Snapseed jadi dokter paling canggih sedunia. Foto kayak apa bisa  dibikin kece, jadi kalau mau posting2 udah pasti sukses bikin ngiler. Eh tapi balik lagi lho yaaa soal sense of art.

Setelah workshop fotografi yang diadakan Rumbel boga IP Jogja bersama Mbak Dy Safitri, Snapseed menjadi aplikasi wajib download buat bikin foto biasa menjadi lebih luar biasa. Tapi untuk utak antiknya memang agak butuh pengetahuan nih. Nah di sini saya akan sharing hasil jalan2 saya di dunia Maya tentang tips menggunakan Snapseed.
Ini dia::

Snapseed adalah salah satu aplikasi edit foto yang sangat populer di kalangan pengguna iOS juga android. Awalnya aplikasi ini dibuat oleh pengembang Nik Software pada tahun 2011. Karena popularitasnya, akhirnya Snapseed dibeli Google hingga saat ini. Beragam fitur terus ditambahkan dan membuat Snapseed sangat lengkap untuk membantu melakukan editing gambar dalam beragam kebutuhan.

1. Gunakan Tools atau Filter?

Secara garis besar, mode edit gambar di Snapseed terdiri dari 2 bagian. Yaitu edit menggunakan Tools atau langsung dengan beragam kategori Filter yang disediakan. Untuk Tools, ada beberapa kategori seperti Tune Image, Details, Crop, Perspective, Rotate, White Balance dan lain sebagainya. Sedangkan untuk Filter dibagi menjadi efek Lens Blur, Tonal Contrast, Drama atau lain sebagainya.

Sebelum mulai mengedit gambar, pastikan dulu kamu punya tujuan akhir yang ingin didapatkan dengan jelas. Apakah ingin sekedar membuat gambar lebih cerah dan cocok untuk diunggah ke Instagram? Atau mungkin ingin mengubah warna gambar menjadi efek Retrolux dengan beberapa langkah cepat saja? Dengan menetapkan hasil akhirnya, kamu dapat mulai mengambil waktu editing gambar yang diperlukan secara lebih singkat dan efisien.

2. Beberapa Cara Meningkatkan Kecerahan Gambar

Brightness atau kecerahan gambar adalah salah satu elemen pertama yang saya edit. Dengan langkah ini, gambar akan terasa lebih hidup dan jika ditambahkan beragam jenis filter akan lebih mudah terlihat. Ada beberapa cara meningkatkan kecerahan gambar dengan Snapseed yang bisa kamu lakukan. Berikut ini daftarnya:


Menggunakan Tune Image. Pilih gambar yang ingin kamu edit, tekan ikon pensil di bagian kanan bawah layar. Setelah itu masuk ke Tools – Tune Image. Tekan dan tahan layar lalu pilih mode Brightness dan swipe ke kiri atua kanan untuk mengubah tingkat kecerahan yang diperlukan.
Brush. Mode Brush di Snapseed juga bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kecerahan dari sebuah gambar. Masuk ke mode ini dari bagian Tune Image – Brush. Di bagian bawah pilih EV Exporuse dan pilih angka +0.3, +0.7 atau lainnya. Lalu swipe di bagian atas gambar untuk memilih bagian yang ingin kamu naikkan nilai Exposure-nya. Gunakan mode mata di bagian kanan bawah untuk melihat hasil Brush dengan warna merah jika ingin mendapatkan tampilan lebih detail.
Selective. Mode ketiga ini sebetulnya mengandung fitur edit gambar dari Tune Image. Bedanya fitur ini dapat digunakan secara selektif atau pada bagian tertentu saja dari gambar yang kamu miliki. Misakan memberikan kecerahan lebih tinggi untuk bagian wajah dan membiarkan bagian sekitarnya lebih gelap. Akses fitur ini dari Tune Image – Brush. Tekan ikon + di bawah untuk menambahkan mode Selective baru, pilih di lokasi yang kamu inginkan dan swipe ke atas atau bawah untuk aktifkan mode Brightness, Contrast, Saturation atau Sctructure.

3. Crop, Expand dan Transform

Rasio dan komposisi foto juga tidak kalah penting jika dibandingkan dengan filter gambar. Ada beberapa jenis komposisi foto yang bisa kamu gunakan dan pelajari dengan mudah. Mulai dari rule of thirds, center object atau beberapa lainnya. Khusus untuk fotografi dengan tema arsitektur, mode perspektif foto seperti efek distorsi harus dibuat minimal – memberikan efek gedung tegak dan lebih besar misalnya.

Untuk mengolah masalah rasio foto dan juga komposisinya, kamu bisa menggunakan 3 tools yang sering saya gunakan di Snapseed. Yaitu Crop untuk memotong foto dalam beberapa jenis ukuran serta membuatnya lurus dalam garis horizon misalnya, Expand untuk memperluas foto dengan mode analisa digital serta Transform yaitu mengubah perspektif foto dalam sisi horisontal serta vertikal.


Gimana?? Pusing gak?? Bagi yang masih asing sama istilahnya... yuk cobain dulu...seni di sini bermain banget jadi memang kudu banyak dolan di akun2 fotografi dan harus sering2 praktek biar gak roaming sama bahasanya.

Find out here:

Source: https://www.makemac.com/5-tips-cerdas-aplikasi-edit-foto-snapseed/