Tuesday, February 5, 2019

New beginning life jurney

Never imagine before part #3

Kamphaeng Saen, 6th February 2019
Day 17

Thailand was never in my List!!

Seperti Jogja, Thailand tidak pernah masuk daftar tempat tinggal. Tapi sungguh, nikmat Allah yang mana lagi yang kau dustakan?

Pernah ke sini 7 tahun yang lalu dan tak pernah terbersit bakalan ke sini lagi. Waktu itu sih niatnya cuma jalan2 berkedok study banding.

Hello Kasetsart University! We meet again, in different way, at different place, on different jurney with different people but still with me!
Let's see what can we play together?

Waktu itu awal Agustus, lupa tanggal berapa tepatnya. Si mamas bilang: Bun ada kabar baik dan kabar buruk, mau yang mana dulu?
Kujawab: mana aja yang menurut mamas gak bikin aku jantungan. Lalu dia bercerita bahwa Kasetsart University setuju untuk mengeluarkan LOA dan kampus tempat dia kerja bersedia membiayainya. Alhamdulillah! What a great news!!
Great news nya adalah akhirnya suami aku menentukan mau kemana dan ada yang bayarin!! Itu paling penting dong buat emak2 pencari gratisan. Karena selama ini daftar sana sini dari ujung Eropa sampai ujung new Zealand kendalanya cuma: siapa yang mau bayarin? Kampus ok, promotor ok tapi yang bayarin kagak ada. Mundur lah kami. Akhirnya setelah sekian lama menempatkan KU di prioritas yang ke sekian, Alhamdulillah insyaallah memang ini jalannya.

Lalu bad news nya apa? Mamas harus sampai KU tanggal 11. Ok, 11. Eh 11 apa? Agustus!! FIX, HIDUPKU TIDAK PERNAH SEMENANTANG INI SEBELUM JADI ISTRIMU, MAS! Resikoooo banget nih dijodohkan sama lelaki yang suka spontanitas, mendadak dan go with the flow. Tantangan banget sama eike yang apa2 serba direncanakan ditulis kemungkinan2nya dan dipersiapkan tetek-bengek nya… oh my...untung saya gak jantungan bener ini.

Lalu kemudian kami mulai disibukkan dengan segala persiapan. Persiapan buat yang mau berangkat dan buat yang mau ditinggal. And when the day come, bersyukur banget mertua bisa Dateng buat nganter ke bandara. Kalau enggak, entahlah gimana aku handle diri sendiri. Anak2 sih kayaknya akan baik2 saja di bandara karena udah sering nganter ke bandara kalau pas ditinggal DL. Dan sepertinya mereka pun masih belum paham betul durasi lama yang kami maksud itu sepanjang apa waktunya. But me? I just can hold my breath for a while, and recalling his words: I know you can! But it's draining when I hear your plane was taking off. Padahal ya belum tentu pesawat dia juga yang berangkat...hahahaha. setidaknya ada yang handle anak2 ketika kuterlarut dalam sepi, heleh.

Waktu itu yang kupikirkan adalah: aku di sini banyak temen banyak sodara, buanyaaaak tempat escape yang aku udah paham betul medannya. Lha dia, dia harus berjuang dari nol daaan sendirian Bray! Ok sooo kita sedang berjuang bersama2 ya. Dan drama pun dimulai.

Masa2 paling berat adalah bulan2 pertama sih. Selebihnya udah mulai Nemu polanya dan mulai bisa enjoying the day. Udah sampai di sini dulu ah. Cerita drama LDM akan ditulis di blog selanjutnya ya, mangke Ndak muntah2 nek kekathahen. Ini aja udah kepanjangan. Hehehe. Pardon!

See you at Drama LDM